Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo Minta Pemimpin Digital Berani Ubah Cara Kerja Lama

05 November 2026 19:23 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Komdigi
Jakarta, Sonora.Co.ID - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengingatkan pentingnya transformasi pola kepemimpinan di era digital. Pemimpin harus berani mengevaluasi cara kerja lama, menghentikan program yang tidak berdampak, serta memastikan setiap anggaran pemerintah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Angga, keberhasilan program pemerintah tidak cukup diukur dari tingginya serapan anggaran. Ukuran utamanya adalah hasil dan perubahan yang benar-benar dirasakan publik.

Hal tersebut disampaikan Angga dalam sesi pembelajaran Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026).

Ia menegaskan, tujuan bernegara harus menjadi landasan setiap keputusan dan kebijakan pembangunan. Teknologi, kecerdasan buatan (AI), data, maupun infrastruktur digital bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Teknologi itu penting, AI itu penting, data dan infrastruktur digital yang dibangun itu penting. Tapi itu semua bukan suatu tujuan akhir. Pertanyaan yang lebih krusial menurut saya, teknologi ini dibangun untuk apa? BUMN itu bekerja untuk apa? Kemudian, menjadi pemimpin itu untuk apa?” ujar Angga.

Ia juga mengingatkan peserta P3MD agar tidak terjebak pada pola kerja yang hanya mengejar realisasi anggaran. Program yang terus diulang tanpa evaluasi berpotensi menghabiskan sumber daya, tetapi tidak menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Artinya, tolong jangan bikin KPI yang sudah dicapai cuma karena ada serapan,” tegasnya.

Angga meminta setiap program memiliki tujuan, sasaran, dan indikator dampak yang terukur. Kegiatan seperti sosialisasi dan literasi digital, misalnya, harus dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Angga menguraikan tiga tantangan utama kepemimpinan digital, yakni kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, menjaga keamanan, dan membangun kedaulatan digital.

Terkait kedaulatan digital, ia menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan dalam negeri untuk mengembangkan dan membangun teknologi secara mandiri. Namun, kemandirian tersebut bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional.

“Kita mandiri itu bukan berarti kita anti terhadap asing. Kemandirian di sini adalah kita juga harus punya kemampuan untuk mengembangkan, bahkan memiliki dan membangun sendiri,” ujarnya.

Angga juga menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang terintegrasi. Investasi teknologi harus disertai kesiapan ekosistem pendukung agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Ia mencontohkan penyediaan layar pintar di sekolah yang harus diikuti dengan pemeriksaan ketersediaan akses internet. Tanpa dukungan konektivitas, pengadaan teknologi berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi proses pembelajaran.

“Berpikirlah holistik, jangan berpikir sektoral. Karena yang menjadi program ini semuanya saling berkaitan,” katanya.

Di hadapan peserta P3MD, Angga turut mengingatkan calon pemimpin agar terbuka terhadap masukan, memahami persoalan dari berbagai lapisan organisasi, serta terus mengembangkan kemampuan diri.

“Kita harus tahu masalah, hadapi masalah, dan berikan solusi terhadap masalah,” pesannya.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos