Perempuan Pesisir Kaltara Ujung Tombak Penggerak Ekonomi Masyarakat
03 November 2026 05:16 WIB
Yudi Samadi
Photo: Salah satu kelompok masyarakat yang dimotori perempuan di Kabupaten Tana Tidung, kaltara menerima matching grants dari M4CR
Tarakan, sonora.co.id – Program pemulihan ekosistem mangrove tidak hanya berfokus pada penghijauan kembali kawasan pesisir, melainkan juga berorientasi pada penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Sepanjang tahun 2026, proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) meluncurkan skema matching grants (bantuan pengembangan usaha) bagi 16 Kelompok Masyarakat (Pokmas) di tiga kabupaten di Kalimantan Utara, yaitu Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan.
Hingga Oktober 2026, proyek kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia ini telah menyalurkan dana hibah senilai total lebih dari Rp534 juta di Kaltara, dengan setiap pokmas menerima alokasi rata-rata mendekati Rp150 juta.
Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH selaku Executive Director M4CR Project, Muhammad Zainal Arifin, membeberkan fakta menarik bahwa penerima hibah ini didominasi oleh kelompok masyarakat perempuan. Capaian ini pun mendapatkan apresiasi khusus dari Bank Dunia (World Bank).
"Pokmas yang dikelola oleh perempuan terbukti memberikan dampak yang lebih langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat pesisir, serta memiliki tingkat keberlanjutan usaha yang relatif lebih tinggi," ungkap Zainal dalam kegiatan Diskusi Media Gathering M4CR di Tarakan, Kaltara, Senin (2/11/2026).
Ragam produk olahan yang dikembangkan oleh pokmas di Kaltara terbagi menjadi produk pangan dan non-pangan. Untuk olahan pangan berbasis potensi mangrove dan pesisir meliputi amplang, abon ikan asin, sambal ikan asap, bandeng cabut duri, sambal ebi, stick tudai (kerang dara), hingga Virgin Coconut Oil (VCO). Sementara produk non-pangan dan usaha produktif lainnya mencakup peternakan ayam petelur, penggemukan budidaya kepiting bakau, hingga kerajinan kipas angin batik.
Melalui perpaduan antara pelestarian ekosistem dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat—khususnya kaum perempuan—M4CR optimistis kelestarian hutan mangrove di Kaltara akan terjaga seiring meningkatnya kesejahteraan warga pesisir.
Hingga Oktober 2026, proyek kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia ini telah menyalurkan dana hibah senilai total lebih dari Rp534 juta di Kaltara, dengan setiap pokmas menerima alokasi rata-rata mendekati Rp150 juta.
Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH selaku Executive Director M4CR Project, Muhammad Zainal Arifin, membeberkan fakta menarik bahwa penerima hibah ini didominasi oleh kelompok masyarakat perempuan. Capaian ini pun mendapatkan apresiasi khusus dari Bank Dunia (World Bank).
"Pokmas yang dikelola oleh perempuan terbukti memberikan dampak yang lebih langsung terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat pesisir, serta memiliki tingkat keberlanjutan usaha yang relatif lebih tinggi," ungkap Zainal dalam kegiatan Diskusi Media Gathering M4CR di Tarakan, Kaltara, Senin (2/11/2026).
Ragam produk olahan yang dikembangkan oleh pokmas di Kaltara terbagi menjadi produk pangan dan non-pangan. Untuk olahan pangan berbasis potensi mangrove dan pesisir meliputi amplang, abon ikan asin, sambal ikan asap, bandeng cabut duri, sambal ebi, stick tudai (kerang dara), hingga Virgin Coconut Oil (VCO). Sementara produk non-pangan dan usaha produktif lainnya mencakup peternakan ayam petelur, penggemukan budidaya kepiting bakau, hingga kerajinan kipas angin batik.
Melalui perpaduan antara pelestarian ekosistem dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat—khususnya kaum perempuan—M4CR optimistis kelestarian hutan mangrove di Kaltara akan terjaga seiring meningkatnya kesejahteraan warga pesisir.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives