Komdigi Tegaskan Komitmen Wujudkan Ruang Digital Sehat dengan Menjaga Keseimbangan Kebebasan Berekspresi dan Perlindungan Publik

30 Oktober 2026 11:01 WIB
liliek
Photo: liliek setyo

Jakarta, Sonora.co.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika bagi seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dengan perlindungan terhadap berbagai risiko pelanggaran hukum dan disinformasi di ruang digital.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Komdigi, Marroli J. Indarto, mengatakan bahwa ruang digital harus menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan kritik, bertukar pandangan, serta mendorong terciptanya tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.

"Ruang digital yang sehat memungkinkan masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan kritik, dan bertukar pandangan secara terbuka. Namun, pada saat yang sama, seluruh pihak juga perlu memastikan hak dan kewajibannya dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Marroli.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, termasuk di platform digital. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyampaikan kritik maupun pendapat selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar aturan hukum.

Menanggapi keluhan sebagian pengguna media sosial yang merasa jangkauan konten kritik atau pendapatnya menurun, Marroli menjelaskan bahwa mekanisme rekomendasi dan moderasi konten sepenuhnya dikelola oleh masing-masing platform digital. Dalam kondisi tersebut, masyarakat dapat menggunakan mekanisme pengaduan maupun banding yang telah disediakan platform.

"Apabila pengguna merasa kontennya mengalami pembatasan atau jangkauannya berkurang, mereka dapat memanfaatkan mekanisme pengaduan dan banding yang tersedia. Sebab sistem rekomendasi dan moderasi konten merupakan kewenangan platform digital," katanya.

Ia menegaskan bahwa fokus Komdigi adalah menangani pelanggaran hukum di ruang digital, termasuk berbagai risiko yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat seperti penyebaran disinformasi dan konten yang merugikan publik.

Lebih lanjut, Marroli menyampaikan bahwa Komdigi terus mendorong terwujudnya ruang digital Indonesia yang "terhubung, tumbuh, dan terpercaya". Terhubung berarti masyarakat memiliki akses yang luas terhadap informasi dan komunikasi. Tumbuh berarti teknologi digital mampu membuka peluang belajar, berinovasi, dan meningkatkan kesejahteraan. Sementara terpercaya berarti hak, keamanan, dan kepentingan masyarakat tetap terlindungi dalam setiap perkembangan teknologi.

"Negara hadir untuk menjaga keseimbangan tersebut. Perkembangan teknologi harus menjadi sarana yang membuat masyarakat semakin berdaya, sekaligus mendapatkan perlindungan yang memadai," tegasnya.

Melalui berbagai kebijakan dan penguatan ekosistem digital, Komdigi berharap ruang digital nasional dapat menjadi wadah yang produktif, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga manfaat teknologi digital dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos