Literasi Digital dan Sikap Kritis Jadi Kunci Hadapi Algoritma dan AI

29 Oktober 2026 14:03 WIB
liliek
Photo: liliek setyo

Jakarta, Sonora.co.id - Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital dan sikap kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi algoritma dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Marroli J. Indarto, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam acara Ngopi Bareng di kantor Komdigi, Kamis (29/10/2026).

Menurut Marroli, saat ini masyarakat hidup di era digital yang ditandai dengan munculnya budaya algoritmik, yaitu kondisi ketika algoritma platform digital ikut menentukan informasi yang diterima pengguna setiap hari. Karena itu, informasi yang tampil di media sosial tidak selalu mencerminkan realitas sosial secara utuh.

"Konten yang muncul di media sosial pada dasarnya merupakan hasil sistem rekomendasi berbasis probabilitas yang mempertimbangkan aktivitas, minat, interaksi, hingga aspek komersial pengguna. Karena itu, apa yang kita lihat bukanlah satu-satunya kebenaran," ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya membangun kebiasaan cek dan ricek terhadap setiap informasi yang diterima dari ruang digital. Masyarakat perlu memahami bahwa terdapat peran algoritma dan platform dalam menentukan informasi yang muncul di lini masa mereka.

Selain algoritma, Marroli juga menyoroti semakin luasnya penggunaan AI dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari mencari informasi, belajar, hingga mendukung pekerjaan. Meski memberikan banyak manfaat, AI tetap harus digunakan secara kritis karena sistem tersebut bekerja berdasarkan pola data dan model bahasa yang dikembangkan pengembangnya.

 "Jawaban yang dihasilkan AI belum tentu sepenuhnya benar. Karena itu, pengguna perlu melakukan verifikasi terhadap sumber-sumber yang kredibel dan tepercaya. Bahkan banyak platform AI yang secara terbuka menyatakan bahwa sistem mereka masih dapat melakukan kesalahan," katanya.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis manusia tetap menjadi faktor utama dalam memanfaatkan teknologi digital. AI dapat membantu proses berpikir dan pengambilan informasi, namun keputusan akhir harus tetap berada di tangan pengguna.

Lebih lanjut, Marroli menilai transparansi platform digital juga menjadi aspek penting yang harus diperkuat. Platform memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan bagaimana algoritma merekomendasikan konten, bagaimana proses moderasi dilakukan, serta bagaimana teknologi AI diterapkan dalam layanan mereka.

"Pengguna juga harus mendapatkan perlindungan yang memadai. Ketika merasa dirugikan oleh suatu sistem digital, harus tersedia mekanisme yang jelas untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh penyelesaian," ujarnya.

Melalui peningkatan literasi digital, sikap kritis, serta transparansi platform, Marroli berharap masyarakat dapat menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, perkembangan algoritma dan AI dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos