Dua Tahun Prabowo-Gibran, Alutsista Baru Berdatangan Perkuat TNI dari Laut hingga Udara

20 Oktober 2026 14:31 WIB
liliek
Photo: Tim Media Presiden

Jakarta, Sonora,co,id - Penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu capaian yang ditonjolkan pemerintah dalam dua tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai platform tempur dan pendukung operasi militer mulai dari kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut strategis, helikopter hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk memperkuat kesiapan pertahanan Indonesia.

Langkah modernisasi ini dilakukan seiring kebutuhan menjaga wilayah Indonesia yang sangat luas dan terdiri atas ribuan pulau. Selain untuk memperkuat pertahanan negara, sejumlah alutsista baru juga diproyeksikan mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada menjaga kedaulatan negara, tetapi juga membantu masyarakat ketika menghadapi berbagai situasi darurat.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” kata Prabowo.

Menurut presiden, pembangunan kekuatan pertahanan harus diarahkan agar TNI semakin efektif menjalankan tugas-tugas negara di berbagai bidang.

“Yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.

Di sektor maritim, TNI Angkatan Laut mendapatkan tambahan kekuatan melalui dua fregat baru buatan Italia, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal produksi galangan Fincantieri tersebut memperkuat jajaran Koarmada II Surabaya dan diharapkan meningkatkan kemampuan pengawasan serta pengamanan wilayah perairan nasional.

Selain itu, TNI AL juga menerima Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Belati yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri. Kapal multifungsi ini dapat digunakan sebagai kapal patroli maupun kapal kombatan untuk berbagai operasi laut.

Penguatan armada laut semakin bertambah dengan bergabungnya KRI Sriwijaya-100, kapal induk eks Angkatan Laut Italia yang diterima Indonesia pada September 2026. Kapal sepanjang 180 meter lebih itu memiliki dek penerbangan yang mampu mengoperasikan sejumlah helikopter dan pesawat nirawak, sekaligus memperluas kemampuan proyeksi kekuatan TNI AL di kawasan.

Pada matra udara, modernisasi dilakukan melalui kedatangan dua pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas. Pesawat ini mampu mengangkut hingga 116 personel bersenjata lengkap maupun berbagai perlengkapan militer berukuran besar. Selain mendukung operasi militer, A400M juga telah dimanfaatkan untuk misi kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan logistik bagi wilayah terdampak bencana.

TNI Angkatan Udara juga mulai menerima jet tempur Rafale buatan Prancis. Dari total 42 unit yang dipesan, enam unit pertama telah tiba dan ditempatkan di Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Pesawat tempur generasi modern tersebut memiliki kemampuan multirole dengan daya angkut persenjataan hingga 9,5 ton dan kecepatan maksimum Mach 1,8.

Tak hanya itu, Indonesia turut mendatangkan empat unit Dassault Falcon 8X untuk mendukung mobilitas udara jarak jauh.

Armada udara juga diperkuat dengan delapan helikopter H225M Caracal dan dua helikopter H225T VVIP yang akan mendukung berbagai kebutuhan angkut taktis dan transportasi strategis.

Sementara itu, TNI Angkatan Darat memperoleh tambahan dua helikopter serbu Mi-35M buatan Rusia. Meski memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, helikopter tersebut direncanakan lebih banyak digunakan untuk mendukung distribusi logistik di wilayah dengan tantangan geografis tinggi, khususnya Papua.

Korps Marinir TNI AL juga menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat. Kendaraan lapis baja ini mampu mengangkut hingga 24 personel serta beroperasi di darat maupun perairan, sehingga memperkuat kemampuan operasi pendaratan amfibi dan mobilitas pasukan di wilayah pesisir.

Rangkaian pengadaan alutsista tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun postur pertahanan yang lebih modern, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan keamanan. Di tengah dinamika geopolitik kawasan dan kebutuhan penanganan bencana yang kerap terjadi di Indonesia, kehadiran berbagai alutsista baru diharapkan mampu meningkatkan kemampuan operasi TNI secara menyeluruh.

Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, modernisasi alutsista tidak hanya diproyeksikan untuk menjaga kedaulatan negara dari ancaman eksternal. Lebih jauh, penguatan kemampuan pertahanan juga diarahkan untuk memastikan negara memiliki kapasitas yang lebih besar dalam melindungi masyarakat, menjangkau wilayah terpencil, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan tambahan kekuatan pada matra laut, udara, dan darat, pemerintah menargetkan TNI semakin tangguh, responsif, dan efektif dalam menjalankan berbagai tugas negara di masa depan.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos