Garuda Ubah Limbah Operasional Pesawat Jadi Tas Fungsional
19 Oktober 2026 22:03 WIB
Riko Marbun
Photo: IG jawaralocal
Jakarta – Garuda Indonesia berkolaborasi dengan EIGER mengolah material pesawat yang telah habis masa guna operasional menjadi tas kecil (pouch) fungsional. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya maskapai nasional tersebut menerapkan prinsip penerbangan berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali material bekas pakai.
Material yang diolah meliputi rompi pelampung (life vest) dan pelapis kursi pesawat (seat cover). Melalui pendekatan upcycling, material tersebut diubah menjadi produk baru yang dapat digunakan untuk menyimpan perlengkapan perjalanan maupun kebutuhan sehari-hari.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan upaya mewujudkan green airline tidak hanya dilakukan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.
“Komitmen menuju green airline tidak hanya diwujudkan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga bagaimana kami dapat mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab. Kami ingin menunjukkan bahwa material pesawat yang telah menyelesaikan fungsi operasionalnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang fungsional dan bernilai tambah, sekaligus membuka ruang inovasi bersama brand lokal Indonesia,” ujar Thomas dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Produk hasil kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui penerbangan showcase flight GA118 rute Jakarta–Kualanamu pada 6 Oktober 2026. Sebanyak 200 produk disiapkan untuk memperkenalkan pemanfaatan material bekas pesawat kepada pelanggan Garuda Indonesia.
Dalam pengembangannya, Garuda menyediakan sekitar 60 kilogram material rompi pelampung dan 30 kilogram pelapis kursi pesawat. Material tersebut diolah menjadi beberapa varian pouch, termasuk yang menggunakan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat.
Karakteristik asli material tetap dipertahankan sehingga setiap produk memiliki ciri khas tersendiri. Selain memiliki fungsi praktis, produk ini juga merepresentasikan upaya pemanfaatan kembali material yang sebelumnya digunakan dalam operasional penerbangan.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari keikutsertaan Garuda Indonesia dalam The Aviation Challenge (TAC) 2026, ajang internasional yang diselenggarakan SkyTeam dengan dukungan International Air Transport Association (IATA). Ajang tersebut mendorong inovasi dan penerapan praktik keberlanjutan di industri penerbangan.
Melalui pemanfaatan material bekas operasional menjadi produk baru, Garuda Indonesia berupaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus membuka peluang inovasi bersama industri lokal untuk mendukung praktik penerbangan yang lebih berkelanjutan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives