Bali Tech Week Catat 900 Pertemuan Bisnis, Buka Peluang Investasi Startup
19 Oktober 2026 21:44 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kementerian Komunikasi dan Digital RI
Bali, Sonora.Co.ID - Bali Tech Week 2026 menjadwalkan lebih dari 900 pertemuan
bisnis untuk mempertemukan perusahaan rintisan atau startup, investor, dan
perusahaan teknologi. Agenda ini diharapkan membuka peluang investasi sekaligus
memperluas akses inovasi digital Indonesia ke pasar regional dan global. Bali Tech Week pada 19–23 Oktober 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku industri untuk menjajaki kemitraan, membahas kebijakan digital, serta mengembangkan peluang bisnis lintas sektor. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, Bali Tech Week menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku ekosistem digital yang selama ini berinteraksi melalui forum dan agenda berbeda.
“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026).
Salah satu upaya konkret untuk mempertemukan pelaku industri dilakukan melalui HUB.ID, program yang menghubungkan startup dengan investor dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Melalui program tersebut, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan selama Bali Tech Week 2026. Selain pertemuan terjadwal, interaksi informal antarpeserta juga diharapkan membuka peluang kolaborasi baru.
“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” kata Edwin.
Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama. Pembahasannya mencakup pengembangan startup dan investasi, industri gim, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital.
Pada penyelenggaraan perdana ini, Bali Tech Week menargetkan keterlibatan luas komunitas teknologi nasional dan internasional. Kegiatan tersebut menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara. Selain itu, lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, dan lebih dari 100 investor turut terlibat dalam rangkaian kegiatan yang didukung 13 mitra penyelenggara.
Edwin menilai keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan utama forum tersebut. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan diharapkan membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan industri, memperluas jejaring strategis, serta membuka peluang bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat internasional.
Semangat tersebut diangkat melalui tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menekankan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.
“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelaku industri untuk menjajaki kemitraan, membahas kebijakan digital, serta mengembangkan peluang bisnis lintas sektor. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, Bali Tech Week menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku ekosistem digital yang selama ini berinteraksi melalui forum dan agenda berbeda.
“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” ujar Edwin dalam pembukaan Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Senin (19/10/2026).
Salah satu upaya konkret untuk mempertemukan pelaku industri dilakukan melalui HUB.ID, program yang menghubungkan startup dengan investor dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis. Melalui program tersebut, lebih dari 900 pertemuan formal telah dijadwalkan selama Bali Tech Week 2026. Selain pertemuan terjadwal, interaksi informal antarpeserta juga diharapkan membuka peluang kolaborasi baru.
“Program ini dirancang agar koneksi yang terbangun dapat memberikan manfaat. Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” kata Edwin.
Bali Tech Week 2026 berlangsung selama lima hari dengan menghadirkan 13 kegiatan utama. Pembahasannya mencakup pengembangan startup dan investasi, industri gim, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital.
Pada penyelenggaraan perdana ini, Bali Tech Week menargetkan keterlibatan luas komunitas teknologi nasional dan internasional. Kegiatan tersebut menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan lebih dari 35 negara. Selain itu, lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, dan lebih dari 100 investor turut terlibat dalam rangkaian kegiatan yang didukung 13 mitra penyelenggara.
Edwin menilai keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan utama forum tersebut. Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan diharapkan membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan industri, memperluas jejaring strategis, serta membuka peluang bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat internasional.
Semangat tersebut diangkat melalui tema Bali Tech Week 2026, “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Tema ini menekankan pentingnya menghubungkan potensi, talenta, dan kekuatan lokal Indonesia agar manfaat ekonomi digital dapat tumbuh lebih merata.
“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap Anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan Anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” tutur Edwin.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives