Dibuka, Dubes Kartini Ajak WNI di Jepang Dukung Perjuangan Atlet Merah Putih di Asian Para Games 2026

18 Oktober 2026 21:45 WIB
liliek
Photo: NPC INDONESIA

Nagoya, Sonora.co.id – Semangat Indonesia mulai berkobar di ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Upacara pembukaan pesta olahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas di Asia itu berlangsung meriah di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang, Minggu (18/10), sekaligus menandai dimulainya perjuangan ribuan atlet dari 45 negara, termasuk kontingen Indonesia yang datang dengan tekad mengharumkan nama bangsa.

Sebanyak 47 anggota kontingen Indonesia yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial ambil bagian dalam defile pembukaan. Dengan mengenakan busana bertema Sekar Jagat Vijaya, karya desainer Ivan Gunawan, kontingen Merah Putih tampil mencuri perhatian saat memasuki arena bersama para peserta dari berbagai negara.

Busana yang memadukan motif batik khas Madura dengan jaket bergaya modern itu bukan sekadar penampilan seremonial. Tema Sekar Jagat Vijaya mengandung makna keindahan dalam keberagaman yang berpadu dengan semangat meraih kemenangan, sekaligus membawa identitas budaya Indonesia ke panggung olahraga internasional.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini P. Sjahrir, mengajak seluruh warga negara Indonesia yang berada di Jepang untuk memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa.

“Asian Para Games 2026 telah resmi dimulai. Kepada teman-teman warga Indonesia di Jepang saya mengajak untuk senantiasa memberikan dukungan penuh bagi para atlet Indonesia. Perjuangan dan kerja keras teman-teman atlet dengan dukungan pelatih dan ofisial dalam ajang ini kita harapkan memberi hasil terbaik bagi sejarah dunia olahraga Indonesia. Kita doakan agar Indonesia Raya dapat berkumandang di arena Asian Games 2026 ini,” ujar Dubes Kartini.

Ajakan itu mencerminkan besarnya harapan publik Indonesia terhadap para atlet paralimpian yang selama ini konsisten menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan internasional. Dukungan moral dari masyarakat diyakini menjadi energi tambahan bagi para atlet dalam menghadapi persaingan yang ketat di Nagoya.

Sehari sebelum pembukaan resmi, Dubes Kartini bersama jajaran KBRI Tokyo juga menggelar silaturahmi dengan kontingen Indonesia di Nagoya. Pertemuan tersebut menjadi bentuk dukungan langsung sekaligus penguat semangat bagi atlet dan ofisial sebelum memasuki masa pertandingan.

Dalam defile pembukaan, kontingen Indonesia dipimpin oleh dua atlet para-atletik nomor balap kursi roda, Jaenal Aripin dan Maria Goreti Samiyati. Jaenal mendapat kehormatan membawa bendera Merah Putih, sementara Maria mendampinginya di barisan terdepan sebagai simbol semangat perjuangan kontingen Indonesia.

Para atlet dan ofisial Indonesia turut didampingi Chef de Mission (CdM) Reda Manthovani serta Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun.

Upacara pembukaan berlangsung spektakuler dan disaksikan langsung oleh Kaisar Jepang Naruhito, Putri Mahkota Akishino, serta Presiden Asian Paralympic Committee (APC) Majid Rashed. Acara diawali dengan prosesi pengibaran bendera Jepang yang melibatkan sejumlah tokoh olahraga disabilitas Negeri Sakura, dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional yang memadukan budaya Jepang dengan partisipasi penonton di stadion.

Momen puncak berlangsung saat estafet obor Asian Para Games mencapai kuali utama. Tujuh tokoh olahraga disabilitas Jepang secara bergantian membawa api obor sebelum tiga pembawa obor terakhir menyalakan kuali yang terbuat dari kayu dan jerami hasil karya para pengrajin lokal. Nyala api tersebut menjadi simbol dimulainya kompetisi yang menjunjung sportivitas, kesetaraan, dan semangat pantang menyerah.

Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 diikuti sekitar 2.700 atlet dari 45 negara. Sebanyak 492 medali diperebutkan dalam 18 cabang olahraga. Bagi Indonesia, ajang ini bukan hanya soal perburuan medali, tetapi juga kesempatan menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia.

Kini, harapan jutaan rakyat Indonesia tertuju ke Nagoya. Di tengah ketatnya persaingan Asia, para atlet Merah Putih membawa misi besar: mengukir prestasi, mengibarkan Sang Saka Merah Putih setinggi-tingginya, dan memperdengarkan Indonesia Raya di panggung olahraga disabilitas terbesar di benua Asia.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos