Pasien Urologi Indonesia ke Malaysia Naik 10 Persen, Gangguan Prostat Kerap Terlambat Ditangani
18 Oktober 2026 16:57 WIB
Riko Marbun
Photo: Ar/Istimewa
Jakarta, Sonora.Co.ID - Jumlah pasien urologi asal Indonesia yang berobat ke MSU Medical Centre, Malaysia, meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dalam setahun terakhir. Konsultan Urologi MSU Medical Centre, Dr. Tam Wei Lun, mengungkapkan banyak pasien datang ketika kondisi penyakit sudah parah, terutama akibat pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).
Hal itu disampaikan Tam dalam kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Membaca Warna, Bau dan Aliran Urine” di Jakarta, Jumat (17/10/2026).
“Biasanya kondisinya agak parah. Rata-rata penyebabnya pembesaran prostat jinak,” ujar Tam saat menjelaskan kondisi pasien Indonesia yang datang berobat.
Menurut Tam, keterlambatan penanganan gangguan urologi pada pria sering terjadi karena gejalanya dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Keluhan seperti sering buang air kecil pada malam hari atau pancaran urine yang melemah kerap diabaikan, padahal dapat menjadi tanda gangguan prostat.
“Pasien menganggap remeh gangguan, terutama masalah prostat, karena menganggap itu faktor umur,” katanya.
Tam menjelaskan, terdapat enam gejala pembesaran prostat jinak yang perlu diwaspadai, yaitu aliran urine lemah atau tersendat, kesulitan memulai buang air kecil hingga harus mengejan, sering buang air kecil pada malam hari atau nokturia, peningkatan frekuensi berkemih pada siang hari, dorongan berkemih mendadak yang sulit ditahan, serta sensasi kandung kemih belum kosong sepenuhnya setelah buang air kecil.
“Jika ada gejala-gejala ini, pasien harus segera mendapatkan pemeriksaan. Jangan tunggu sampai sakit parah,” tegasnya.
Gangguan urologi, lanjut Tam, banyak dialami pria berusia 50 hingga 80 tahun dan sering kali terlambat terdeteksi. Karena itu, pria berusia 50 tahun ke atas disarankan berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan kesehatan prostat, termasuk tes Prostate-Specific Antigen (PSA) sesuai indikasi medis.
Untuk mendukung diagnosis dan penanganan gangguan prostat, MSU Medical Centre mengoperasikan teknologi Koelis Trinity 3D Prostate Suite sejak Agustus 2026. Teknologi berbasis ultrasonografi yang terintegrasi dengan pencitraan MRI tersebut membantu dokter melakukan evaluasi kanker prostat secara lebih terarah dan merencanakan terapi fokal pada pasien yang sesuai.
Tam juga meluruskan anggapan bahwa pria yang jarang melakukan hubungan seksual berisiko terkena kanker prostat. Menurutnya, anggapan tersebut merupakan mitos. Risiko kanker prostat tidak dapat disimpulkan hanya dari frekuensi hubungan seksual, karena terdapat sejumlah faktor risiko lain yang perlu diperhatikan.
Penanganan pembesaran prostat jinak disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi pasien. Pada kasus ringan, dokter dapat merekomendasikan pemantauan dan pengobatan menggunakan obat-obatan. Sementara itu, tindakan operasi dapat dipertimbangkan apabila gejala berat atau terapi sebelumnya tidak memberikan hasil yang memadai.
MSU Medical Centre menyediakan beberapa pilihan tindakan untuk menangani pembesaran prostat, antara lain Rezum atau terapi menggunakan uap air, Transurethral Resection of the Prostate (TURP) atau pengangkatan jaringan prostat melalui saluran kemih, serta pemasangan stent prostat pada pasien dengan indikasi yang sesuai.
Gangguan urologi tidak hanya dialami pria. Tam menyebut perempuan juga dapat mengalami berbagai masalah urologi, seperti infeksi saluran kemih (ISK), kandung kemih overaktif, batu saluran kemih, kanker ginjal atau kandung kemih, serta penyempitan uretra atau urethral stricture.
“Penyebab yang paling sering pada wanita adalah infeksi dan batu karang. Untuk penyempitan uretra, sering kali berkaitan dengan trauma, misalnya saat melahirkan,” jelasnya.
Gejala gangguan urologi pada perempuan yang perlu diwaspadai antara lain urine bercampur darah, nyeri saat buang air kecil, serta perubahan pola berkemih seperti frekuensi meningkat, aliran urine melemah, dan sensasi kandung kemih tidak kosong sepenuhnya.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, MSU Medical Centre mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih mengenali perubahan warna, bau, dan aliran urine sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan saluran kemih. Deteksi dini dan pemeriksaan medis diharapkan membantu mencegah keterlambatan penanganan serta mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk gangguan fungsi ginjal dan kanker prostat.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives