Pakai Lebih Lama, Hentikan Fast Fashion
18 Oktober 2026 16:45 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Lia Muspiroh
Sonora.co.id, Sahabat Sonora, bagaimana pakaianmu berakhir? Maksudnya, jejak pakaian kita setelah tak terpakai atau merasa usia pakainya sudah habis. Data sampah nasional Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025 menunjukkan 2,59% total sampah di Indonesia merupakan sampah tekstil. Secara global, sekitar 92 juta ton sampah tekstil dihasilkan setiap tahun atau setara dengan 1 truk setiap detik.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, di Jakarta sendiri komposisi sampah kain sebesar 0,9%.
"Ini adalah efek banyaknya tren outfit yang instan. Makanya, pakaian bisa lebih cepat jadi sampah dan berbahaya bagi lingkungan" Tulis @dkijakarta melalui instagramnya.
Kita perlu mengetahui apa saja yang termasuk dalam kategori sampah tekstil. Berikut di antaranya.
1. Kain
2. Benang dan bahan tekstil lainnya
3. Baju dan celana
4. Tas
5. Handuk
6. Bed cover dan sprei
7. Gorden
Sampah tekstil termasuk salah satu jenis sampah yang paling sulit terurai dan dapat membahayakan lingkungan. Seperti poliester yang berbahan serat sintetis, nilon, dan akrilik, membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk terurai.
br> "Tren model baju yang terus berganti dan harga pakaian murah kualitas rendah bikin pakaian lebih cepat di buang jadi sampah." Sambung @dkijakarta
Hal itu membuat sampah tekstil terus bertambah setiap tahunnya. Sampah teksil menumpuk di TPA, mencemari tanah dan air, menghasilkan emosi gaa rumah kaca yang berdampak pada lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta membagikan 4 langkah mudah untuk mengurangi sampah tekstil.
1. Kurangi impulsive buying
2. Pilih pakaian dengan bahan tahan lama
3. Perbaiki pakaian yang rusak kecil
4. Jual kembali/donasikan pakaian layak pakai yang sudah tidak bisa kamu gunakan
Langkah sederhana untuk turut berdampak lestari, dimulai dari beli baju lebih bijak dan gunakan pakaian dengan masa pakai lebih lama.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, di Jakarta sendiri komposisi sampah kain sebesar 0,9%.
"Ini adalah efek banyaknya tren outfit yang instan. Makanya, pakaian bisa lebih cepat jadi sampah dan berbahaya bagi lingkungan" Tulis @dkijakarta melalui instagramnya.
Kita perlu mengetahui apa saja yang termasuk dalam kategori sampah tekstil. Berikut di antaranya.
1. Kain
2. Benang dan bahan tekstil lainnya
3. Baju dan celana
4. Tas
5. Handuk
6. Bed cover dan sprei
7. Gorden
Sampah tekstil termasuk salah satu jenis sampah yang paling sulit terurai dan dapat membahayakan lingkungan. Seperti poliester yang berbahan serat sintetis, nilon, dan akrilik, membutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk terurai.
br> "Tren model baju yang terus berganti dan harga pakaian murah kualitas rendah bikin pakaian lebih cepat di buang jadi sampah." Sambung @dkijakarta
Hal itu membuat sampah tekstil terus bertambah setiap tahunnya. Sampah teksil menumpuk di TPA, mencemari tanah dan air, menghasilkan emosi gaa rumah kaca yang berdampak pada lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta membagikan 4 langkah mudah untuk mengurangi sampah tekstil.
1. Kurangi impulsive buying
2. Pilih pakaian dengan bahan tahan lama
3. Perbaiki pakaian yang rusak kecil
4. Jual kembali/donasikan pakaian layak pakai yang sudah tidak bisa kamu gunakan
Langkah sederhana untuk turut berdampak lestari, dimulai dari beli baju lebih bijak dan gunakan pakaian dengan masa pakai lebih lama.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives