Indonesia Rebut Emas Perdana Asian Games 2026, Dubes Kartini: Prestasi yang Membanggakan Bangsa
24 September 2026 22:54 WIB
Liliek
Photo: KBRI Tokyo
Nagoya, 24 September 2026 – Indonesia akhirnya mengibarkan Merah Putih untuk pertama kalinya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah tim bulutangkis beregu putra sukses mempersembahkan medali emas perdana bagi kontingen Merah Putih. Dalam laga final yang berlangsung dramatis di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Kamis (24/9), Indonesia menaklukkan China dengan skor tipis 3-2.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengakhiri penantian Indonesia akan emas pertama di ajang Asian Games 2026, tetapi juga menjadi bukti mental juara para pebulu tangkis Indonesia yang mampu bangkit setelah sempat berada di ujung kekalahan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh anggota tim yang tampil penuh semangat hingga berhasil membalikkan keadaan dan membawa pulang medali emas.
Menurut Dubes Kartini, keberhasilan tim bulutangkis putra menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia yang berada di Jepang dan menyaksikan langsung perjuangan para atlet di arena pertandingan.
“Kibaran Merah Putih dan lagu Indonesia Raya akhirnya dapat berkumandang di arena Asian Games 2026. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan tentu membawa harum nama Indonesia. Perjuangan keras seluruh tim tidak lepas dari dukungan pelatih, ofisial, serta doa seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Kartini juga menegaskan komitmen Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet nasional yang berjuang mengharumkan nama bangsa di berbagai kompetisi internasional.Keberhasilan Indonesia merebut emas tidak diraih dengan mudah.
Final menghadapi China berlangsung menegangkan sejak partai pertama. Tim tuan rumah sempat berada di atas angin setelah merebut dua kemenangan awal dan menempatkan Indonesia dalam posisi tertekan.
Pada partai pembuka, tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus mengakui keunggulan pemain peringkat atas China, Shi Yuqi. Jonatan kalah dalam dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 18-21 sehingga China unggul 1-0.
Keunggulan China bertambah pada partai kedua melalui nomor ganda putra. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memberikan perlawanan sengit kepada duet Liang Weikeng/Wang Chang, namun akhirnya harus menyerah dalam pertandingan tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, dan 14-21.
Tertinggal 0-2 membuat peluang Indonesia tampak semakin berat. Namun, situasi tersebut justru memunculkan semangat juang skuad Merah Putih.
Harapan Indonesia mulai bangkit melalui penampilan impresif Alwi Farhan pada partai ketiga. Menghadapi tunggal putra China Li Shifeng, Alwi menunjukkan ketenangan dan daya juang tinggi dalam pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat. Kemenangan Alwi berhasil memangkas ketertinggalan Indonesia menjadi 1-2 sekaligus membuka kembali peluang juara.
Momentum positif kemudian berlanjut pada partai keempat. Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan saat menghadapi He Ji Ting/Liu Yi. Setelah memenangkan gim pertama yang berlangsung sengit dengan skor 23-21, Leo/Daniel tampil jauh lebih percaya diri dan menutup gim kedua dengan kemenangan meyakinkan 21-10.
Kemenangan tersebut membuat kedudukan berubah menjadi imbang 2-2 dan memaksa penentuan juara berlangsung hingga partai kelima.
Dalam situasi penuh tekanan itu, Indonesia menaruh harapan kepada pebulu tangkis muda Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed. Menghadapi Weng Hongyang, Ubed menunjukkan performa matang meski mengemban tanggung jawab besar sebagai penentu nasib tim.
Partai penentuan berlangsung ketat sejak awal. Pada gim pertama, kedua pemain saling kejar poin hingga pertandingan harus melewati deuce. Ubed akhirnya mampu mengamankan gim pertama dengan skor tipis 23-21.
Keberhasilan memenangkan gim pembuka meningkatkan kepercayaan diri pemain muda Indonesia tersebut. Pada gim kedua, Ubed tampil lebih agresif dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Ia terus menekan lawannya hingga akhirnya menutup laga dengan kemenangan 21-13.
Sorak-sorai pendukung Indonesia pun pecah di arena pertandingan. Kemenangan Ubed memastikan Indonesia mengalahkan China dengan skor akhir 3-2 sekaligus mengunci medali emas beregu putra.
Keberhasilan membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-2 hingga menang 3-2 atas China menjadi salah satu kisah paling dramatis bagi Indonesia di Asian Games tahun ini. Lebih dari sekadar medali, kemenangan tersebut menunjukkan karakter pantang menyerah yang selama ini menjadi ciri khas bulutangkis Indonesia di panggung olahraga internasional. Emas dari cabang bulutangkis beregu putra menjadi medali emas pertama Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Raihan tersebut menjadi suntikan moral penting bagi kontingen Merah Putih yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga lainnya.
Sementara itu, berdasarkan perolehan medali sementara, Indonesia menempati peringkat ke-15 klasemen Asian Games 2026 dengan koleksi satu medali emas, empat medali perak, dan 15 medali perunggu.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives