Wastra Sashiko by Komunitas Srengenge Pamerkan 400+ Karya di Cilandak Town Square
08 November 2026 18:56 WIB
Yudi Samadi
Photo: Beberapa karya wastra Sashiko yang trendi dan kekinian siap dipamerkan beserta 400+ karya lainnya di Mula Galeria, Citos, 8 - 17 Desember 2026.
Jakarta, Sonora.co.id, Di tengah maraknya tren kerajinan tangan modern yang cenderung mengadopsi budaya luar secara utuh, sebuah inisiatif kreatif dan berdaya hadir dari sebuah rumah di Cibinong, Bogor. Adalah Retno Suminar, sosok di balik lahirnya komunitas sekaligus usaha sosial Srengenge, yang berinisiatif melahirkan pendekatan berbeda: mengawinkan teknik sulam tradisional Jepang, sashiko, dengan kekayaan wastra Nusantara.
Bagi Retno, akulturasi ini bukan sekadar meniru budaya asing, melainkan sebuah ruang dialog kebudayaan untuk melahirkan identitas baru yang tetap berakar kuat pada tradisi Indonesia. Jika sashiko aslinya menggunakan bahan dan motif khas Jepang, di tangan pengrajin Srengenge teknik ini diolah menggunakan kain-kain tradisional Indonesia seperti lurik, tenun, hingga batik. Motif-motifnya pun mengeksplorasi ragam hias daerah, mulai dari motif Parang (Jawa), Asmat (Papua), Gayo (Aceh), Riau, hingga Dayak Iban, dengan tetap mengupayakan penggunaan benang dan kain buatan dalam negeri.
Lebih dari sekadar karya seni tekstil, gerakan ini membawa dampak sosial yang nyata. Nama ‘Srengenge’ yang berarti matahari dalam bahasa Jawa menyimbolkan semangat untuk menyinari, memberi energi, dan menjadi mata pencaharian. Melalui ruang pembelajaran kreatif ini, para perempuan dan ibu rumah tangga diajak memiliki kegiatan produktif yang mampu menopang perekonomian keluarga.
Ketekunan dan kualitas karya Wastra Sashiko Srengenge pun diakui luas di panggung busana tanah air. Karya-karya unik ini kerap mewarnai pameran serta berkolaborasi dengan perancang ternama seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, Merdi Sihombing, hingga jenama 'Tanda Mata' dan 'Taqqia'. Bahkan, karya kreatif inovatif ini telah dipercaya memegang mandat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta mendapat dukungan program Dana Indonesiana (Kementerian Kebudayaan dan LPDP).
Pameran ini akan memamerkan lebih dari 400 lembar sulaman sashiko bermotif Nusantara. Dari ratusan sulaman tersebut, sebagian telah diwujudkan menjadi fashion produk siap pakai yang trendy dan kekinian, mencakup 30 baju, 18 tas, dan 12 dompet.
Detail Rencana Pameran:
Lokasi: MulaGaleria, Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan
Tanggal: 8–17 Desember 2026 (Karya akan terus dipajang hingga akhir Desember 2026)
Jam Operasional: 10.00 – 20.00 WIB
Tiket Masuk: Gratis (Free)
Bagi Anda yang ingin mengoleksi produk-produk edisi terbatas ini, sebanyak 60 produk jadi akan dijual melalui mekanisme silent auction yang dimulai sejak 9 November 2026.
Langkah Srengenge menjadi pengingat bagi kita semua: "Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" Saatnya wastra hasil kreasi anak bangsa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersinar di kancah dunia.
Bagi Retno, akulturasi ini bukan sekadar meniru budaya asing, melainkan sebuah ruang dialog kebudayaan untuk melahirkan identitas baru yang tetap berakar kuat pada tradisi Indonesia. Jika sashiko aslinya menggunakan bahan dan motif khas Jepang, di tangan pengrajin Srengenge teknik ini diolah menggunakan kain-kain tradisional Indonesia seperti lurik, tenun, hingga batik. Motif-motifnya pun mengeksplorasi ragam hias daerah, mulai dari motif Parang (Jawa), Asmat (Papua), Gayo (Aceh), Riau, hingga Dayak Iban, dengan tetap mengupayakan penggunaan benang dan kain buatan dalam negeri.
Lebih dari sekadar karya seni tekstil, gerakan ini membawa dampak sosial yang nyata. Nama ‘Srengenge’ yang berarti matahari dalam bahasa Jawa menyimbolkan semangat untuk menyinari, memberi energi, dan menjadi mata pencaharian. Melalui ruang pembelajaran kreatif ini, para perempuan dan ibu rumah tangga diajak memiliki kegiatan produktif yang mampu menopang perekonomian keluarga.
Ketekunan dan kualitas karya Wastra Sashiko Srengenge pun diakui luas di panggung busana tanah air. Karya-karya unik ini kerap mewarnai pameran serta berkolaborasi dengan perancang ternama seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, Merdi Sihombing, hingga jenama 'Tanda Mata' dan 'Taqqia'. Bahkan, karya kreatif inovatif ini telah dipercaya memegang mandat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta mendapat dukungan program Dana Indonesiana (Kementerian Kebudayaan dan LPDP).
Pameran Akbar 400+ Lembar Sulaman Sashiko di Galeria Citos
Sebagai puncak perayaan karya anak bangsa dan bentuk komitmen untuk mengenalkan wastra modern kepada generasi muda, Srengenge bersiap menggelar pameran besar bertajuk Wastra Sashiko Srengenge pada bulan Desember 2026 mendatang.Pameran ini akan memamerkan lebih dari 400 lembar sulaman sashiko bermotif Nusantara. Dari ratusan sulaman tersebut, sebagian telah diwujudkan menjadi fashion produk siap pakai yang trendy dan kekinian, mencakup 30 baju, 18 tas, dan 12 dompet.
Detail Rencana Pameran:
Lokasi: MulaGaleria, Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan
Tanggal: 8–17 Desember 2026 (Karya akan terus dipajang hingga akhir Desember 2026)
Jam Operasional: 10.00 – 20.00 WIB
Tiket Masuk: Gratis (Free)
Bagi Anda yang ingin mengoleksi produk-produk edisi terbatas ini, sebanyak 60 produk jadi akan dijual melalui mekanisme silent auction yang dimulai sejak 9 November 2026.
Ikuti dan Intip Karyanya di Media Sosial
Untuk melihat keindahan deretan karya kreatif Wastra Sashiko by Srengenge atau mengikuti informasi lelang dan pameran, Anda dapat mengunjungi akun media sosialInstagram: @sashiko_indonesia_by_srengenge @wastra_sashiko.srengenge, TikTok: @Wastra.Sashiko.Srengenge @srengenge_handmadeLangkah Srengenge menjadi pengingat bagi kita semua: "Kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" Saatnya wastra hasil kreasi anak bangsa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersinar di kancah dunia.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives