OASE III PTKIN 2026, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah Berbasis Ekoteologi

08 November 2026 06:06 WIB
Riko Marbun
Photo: Hen/Istimewa
Yogyakarta, Sonora.Co.ID - Mahasiswa dari delapan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) menghadirkan berbagai inovasi pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya dalam kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Melalui cabang lomba Ekoteologi: Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup, para peserta mempresentasikan karya yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan solusi terhadap persoalan lingkungan. Kompetisi yang berlangsung di Teatrikal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora tersebut memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap kelestarian bumi dapat diterjemahkan menjadi inovasi material, teknologi, hingga sistem pengelolaan lingkungan.

Berbagai inovasi yang dipresentasikan mencakup pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit, pengolahan limbah batik, pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan air bekas wudu di masjid.

Salah satu inovasi datang dari tim UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui ECOPALM ROSTER. Mereka mengembangkan pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit menjadi roster ramah lingkungan.

Sementara itu, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menghadirkan Granobara, yakni granul berbasis limbah nasi dan tulang untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Inovasi ini mengangkat nilai anti-israf atau ajaran untuk menghindari pemborosan dan menyia-nyiakan sumber daya.

Persoalan limbah dapur menjadi perhatian tim UIN Ar-Raniry Banda Aceh melalui MAZA TECH. Inovasi ini mengembangkan penangkap lemak dengan keluaran ganda yang terintegrasi dengan sabun cuci piring berbahan senduduk. Pengembangannya diarahkan untuk memitigasi pencemaran sekaligus mendukung tata kelola limbah dapur berkelanjutan berbasis fikih lingkungan.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian dari inovasi peserta. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan MIU-CONNECT, sebuah platform kolaboratif yang mengintegrasikan timbangan sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah di pesantren.

Adapun tim UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengembangkan Berkasih Smart, sistem terintegrasi berbasis kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular.

Inovasi lainnya berfokus pada pemanfaatan air bekas wudu di lingkungan masjid. Tim UIN Raden Mas Said Surakarta mengembangkan ECO-WUDHU GOVERNANCE, sebuah model tata kelola air bekas wudu berbasis fiqh al-bi’ah melalui audit pemanfaatan dan penentuan prioritas penggunaan air di masjid perkotaan.

Sementara itu, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menawarkan Smart Eco-Masjid sebagai laboratorium hidup ekoteologi. Model ini menggabungkan kecerdasan buatan dan Internet of Things (AIoT), akuaponik, serta gamifikasi untuk mendukung konservasi air dan ekonomi sirkular.


ECO-RETOX, Inovasi Pengolahan Limbah Produksi Batik

Di antara berbagai inovasi tersebut, tim UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo mengangkat persoalan limbah produksi batik melalui karya ECO-RETOX atau Ekoteologi Reduksi Limbah Tekstil.

Tim yang terdiri atas Indra Tri Rahayu, Rehan Putra Candra, Siti Mas Ayu Miftahurrohmah, Aliyya Safira Kahla, dan Elza Cahyaning Maharani ini mengembangkan sistem filtrasi limbah berbasis biomassa lokal yang dilanjutkan dengan pemanfaatan biomassa bekas pakai menjadi briket.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan keberlanjutan industri batik. Sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus sumber penghidupan masyarakat, kegiatan produksi batik perlu diimbangi dengan pengelolaan limbah yang baik. Sebab, limbah produksi yang tidak dikelola secara tepat berpotensi menimbulkan pencemaran dan merusak lingkungan di sekitar lokasi produksi.

Melalui ECO-RETOX, para mahasiswa berupaya menghadirkan alternatif pengolahan limbah dengan memanfaatkan biomassa lokal sebagai bahan filtrasi. Biomassa yang telah digunakan kemudian diolah kembali menjadi briket sehingga memiliki nilai guna lanjutan.

"Biomassa lokal dimanfaatkan sebagai bahan filtrasi. Setelah digunakan, biomassa tersebut diolah kembali menjadi briket. Dengan rancangan itu, mereka berupaya memperpanjang pemanfaatan bahan dan mengurangi sisa yang terbuang," ungkap Elza, salah satu anggota tim.

Anggota tim lainnya, Indra, menjelaskan bahwa ECO-RETOX tidak hanya dikembangkan sebagai inovasi teknologi pengolahan limbah, tetapi juga berangkat dari nilai-nilai ekoteologi dalam Islam.

Menurutnya, inovasi tersebut menghubungkan prinsip khalifah dan amanah, anti-fasad atau larangan berbuat kerusakan, serta anti-israf atau larangan menyia-nyiakan sumber daya.

Dalam perspektif tersebut, manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan kehidupan. Tanggung jawab itu diwujudkan melalui upaya mengelola limbah, mencegah kerusakan lingkungan, dan memanfaatkan kembali sumber daya agar tidak terbuang percuma.

Untuk mencapai tahap presentasi final OASE III PTKIN 2026, kelima mahasiswa tersebut melalui sejumlah tahapan pengembangan. Prosesnya mencakup eksplorasi bahan, uji coba produk, hingga pengujian sebelum hasil inovasi disusun dalam karya tulis dan dinyatakan lolos untuk dipresentasikan dalam kompetisi.

Ke depan, tim ECO-RETOX berencana menyempurnakan inovasi tersebut, baik dari sisi bahan maupun perangkat yang digunakan. Pengembangan juga diarahkan agar alat pengolahan limbah itu dapat diterapkan dalam skala industri yang lebih besar.

"Kami akan menyempurnakan ECO-RETOX, baik dari segi bahan maupun perangkat. Kami juga ingin mengembangkan alat tersebut menuju skala industri yang lebih besar. Untuk mencapai arah itu, pengembangan dan pengujian lanjutan menjadi bagian penting dari perjalanan karya kami," ungkap Aliyya.

Kompetisi Ekoteologi: Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup dalam OASE III PTKIN 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan sekaligus mempresentasikan gagasan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan.

Berangkat dari persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya mahasiswa PTKIN menerjemahkan tanggung jawab manusia dalam merawat bumi melalui pengelolaan limbah, konservasi air, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos