Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata OPM Dilaporkan Tewas
09 Oktober 2026 17:32 WIB
Liliek
Photo: Penerangan Koops TNI Habema
MAYBRAT, Sonora.co.id – Kontak tembak antara personel TNI dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10). Dalam insiden yang berlangsung saat pelaksanaan Operasi Badai Kasuari 3.10 tersebut, tiga anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan laporan pendahuluan, baku tembak pecah sekitar pukul 09.10 WIT ketika Tim Satgas Yonif 9 Marinir melaksanakan operasi pengamanan wilayah. Keterlibatan aparat dalam operasi itu merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan menindak gangguan bersenjata di wilayah tersebut.
Dari hasil operasi sementara, satu jenazah berhasil ditemukan di lokasi kejadian. Sementara dua anggota kelompok bersenjata lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Frambu dan masih dalam proses pencarian oleh aparat.
Identifikasi awal menyebut jenazah yang ditemukan diduga merupakan Manfred Fatem yang diketahui menjabat sebagai Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya. Adapun dua orang lainnya yang diduga menjadi korban adalah Anton Fatem dan Yesias Fatem. Namun, identitas serta kondisi keduanya masih menunggu verifikasi lebih lanjut.
Selain itu, aparat mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101 dari lokasi kejadian. Satu senjata api jenis Caracal juga dilaporkan hilang terbawa arus sungai dan hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban dari pihak TNI dalam kontak tembak tersebut.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa setiap operasi militer dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.
“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh. Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” kata Riyanto.
Koops TNI Habema menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait guna menjaga situasi keamanan di Papua Barat Daya. Perkembangan hasil operasi, termasuk proses identifikasi korban dan pencarian barang bukti, akan disampaikan kepada publik berdasarkan fakta yang telah terverifikasi.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives