Peluang Ekonomi Capai Puluhan Miliar Dollar, Indonesia Dorong Menkes Pimpin WHO
09 Oktober 2026 13:40 WIB
Liliek
Photo: liliek setyo
Jakarta, Sonora.co.id – Sektor kesehatan dinilai menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan potensi nilai industri mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat. Di tengah besarnya peluang tersebut, Indonesia juga tengah berupaya meningkatkan pengaruhnya di tingkat internasional melalui pencalonan Menteri Kesehatan RI untuk menduduki posisi strategis dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Isu tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi mengenai diplomasi ekonomi yang mengaitkan sektor kesehatan dengan investasi, perdagangan, dan pengembangan industri nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan selama ini diplomasi ekonomi kerap berfokus pada sektor perdagangan, investasi, dan industri secara umum. Namun, sektor kesehatan kini muncul sebagai salah satu bidang yang memiliki prospek pertumbuhan sangat besar dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Kalau kita bicara diplomasi ekonomi, biasanya fokusnya pada perdagangan, investasi, dan industri. Tapi hari ini kita melihat kesehatan sebagai peluang besar, baik dari sisi investasi, perdagangan, maupun industri," ujar Anindya.
Menurutnya, nilai ekonomi sektor kesehatan Indonesia sangat besar. Bahkan, jika dihitung secara keseluruhan bersama industri penunjangnya, nilainya dapat mencapai lebih dari 60 miliar dolar AS.
"Jumlahnya sangat besar. Bisa mencapai 40 miliar dolar AS, bahkan kalau dikombinasikan dengan industri terkait bisa mencapai sekitar 60 miliar dolar AS," katanya.
Namun, selain aspek ekonomi, Indonesia juga tengah menjalankan agenda strategis untuk meningkatkan peran di panggung global. Salah satunya melalui dukungan terhadap Menteri Kesehatan RI yang maju dalam proses pemilihan kepemimpinan WHO.
Anindya menilai langkah tersebut memiliki arti penting karena hingga kini belum pernah ada putra terbaik Indonesia yang menduduki posisi puncak di organisasi kesehatan dunia tersebut.
"Kita berkampanye agar Pak Menteri Kesehatan bisa menjadi dirigen WHO. Ini sesuatu yang sangat penting karena belum pernah ada putra atau putri Indonesia yang berada pada posisi seperti itu," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam berbagai forum internasional, Menteri Kesehatan tidak hanya memaparkan perkembangan sektor kesehatan nasional, tetapi juga menawarkan gagasan dan kontribusi Indonesia terhadap kesehatan global.
"Pak Menteri menyampaikan bagaimana kondisi kesehatan Indonesia saat ini, sekaligus apa yang bisa disumbangkan Indonesia bagi kesehatan dunia. Jadi sekali dayung, dua bahkan tiga pulau terlampaui. Kita mendukung Indonesia dan upaya beliau untuk menjadi dirigen WHO," kata Anindya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, Presiden telah memberikan mandat agar kementerian terkait mengawal dua target utama pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan kesempatan kerja.
"Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk mengawal pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja. Economic growth dan job growth," ujarnya.
Ia menilai sektor kesehatan memiliki prospek yang sangat menjanjikan dibandingkan berbagai sektor lainnya. Selain mampu mencatat pertumbuhan tinggi, sektor ini juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
"Kalau kita lihat, sektor kesehatan ini salah satu sektor yang sangat menjanjikan. Pertumbuhannya bisa di atas 8 persen dan penyerapan tenaga kerjanya juga bisa tumbuh di atas 8 persen," katanya.
Lebih lanjut, Menkes menjelaskan bahwa pencalonannya pada posisi strategis di WHO bukan semata-mata mewakili Indonesia, melainkan juga membawa aspirasi negara-negara berkembang atau Global South yang selama ini menjadi mayoritas populasi dunia. Menurutnya, lebih dari 60 persen penduduk dunia berada di kawasan Global South. Namun, representasi negara-negara tersebut dalam berbagai organisasi internasional masih belum sebanding dengan jumlah penduduk yang mereka wakili.
"Saya maju sebagai wakil dari Global South. Lebih dari 60 persen populasi dunia berada di kawasan ini, tetapi representasinya di organisasi-organisasi internasional belum signifikan," ujarnya.
Karena itu, ia ingin membawa suara negara-negara berkembang agar memiliki ruang yang lebih besar dalam menentukan arah kebijakan kesehatan global.
Langkah Indonesia mendorong putra bangsa menuju pucuk kepemimpinan WHO dinilai tidak hanya berkaitan dengan prestise diplomatik. Lebih dari itu, upaya tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam tata kelola kesehatan dunia, memperluas kerja sama internasional, sekaligus mendukung pengembangan industri kesehatan nasional yang tengah tumbuh pesat.
Dengan potensi pasar yang mencapai puluhan miliar dolar serta peluang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang tinggi, sektor kesehatan kini tidak lagi sekadar urusan layanan publik. Sektor ini telah menjadi instrumen strategis diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus kendaraan untuk memperkuat pengaruh bangsa di panggung global.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives