Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dengan Investasi Rp180 T, Presiden Prabowo : Indonesia Berkomitmen Lindungi Investasi

08 Oktober 2026 22:27 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi dengan Total Investasi Senilai Rp180 Triliun di Maluku Utara.
Maluku Utara, Sonora.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan menjaga seluruh investasi yang ditanamkan di Tanah Air. 

Kepala Negara menekankan bahwa menjaga kepercayaan dan kemitraan dengan para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, bukan sekadar bentuk tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menyangkut kehormatan bangsa Indonesia.

“Untuk itu, saya di sini tegaskan komitmen pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya adalah masalah kehormatan bagi bangsa Indonesia untuk menjaga mitra-mitra kita,” tegas Presiden dalam pidatonya saat peresmian komersialisasi dan peletakan batu pertama 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis, (08/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total keseluruhan nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun, serta melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang telah berkontribusi dalam pengembangan industri hilirisasi di Indonesia. Menurut Presiden, kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

“Saya sebagai Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada semua pihak, ke semua elemen dari dalam dan dari luar negeri, para mitra-mitra kita, mitra-mitra kita yang telah memberi kepercayaan kepada kita untuk bersama-sama dengan kita membangun suatu kesejahteraan bersama, untuk menciptakan suatu kemakmuran bersama,” ungkapnya.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut terdiri dari empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun. Keseluruhan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di kawasan IWIP yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut mengungkapkan perkembangan investasi di kawasan IWIP yang terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan Menteri Investasi, realisasi investasi di kawasan industri tersebut telah melampaui USD20 miliar, dengan rencana tambahan investasi sebesar USD7 miliar pada masa mendatang.

Pengembangan kawasan industri tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Presiden menyampaikan bahwa sejak kawasan IWIP dikembangkan, jumlah tenaga kerja yang terserap telah mencapai lebih dari 100 ribu orang. Capaian tersebut menjadi salah satu hal yang disoroti Kepala Negara dalam melihat perkembangan industri nasional.

Presiden Prabowo pun menyampaikan optimismenya terhadap masa depan perekonomian Indonesia. Menurutnya, perkembangan investasi dan aktivitas industri yang disaksikannya secara langsung di kawasan IWIP menunjukkan adanya peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah berbagai pandangan pesimistis terhadap kondisi Indonesia.

“Mereka yang mengatakan bahwa Indonesia gelap, kolaps, Indonesia akan kolaps. Tiap bulan diramalkan kita akan kolaps, tapi hari ini saya datang, saya lihat masa depan Indonesia cerah,” kata Presiden Prabowo. 

Sehingga, Presiden Prabowo menilai bahwa pengembangan industri hilirisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal. Menurut Presiden, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diolah dan dikembangkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Kita menyadari bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberi kepada kita anugerah kekayaan alam yang sangat bernilai dan sangat besar. Tapi kekayaan alam tersebut harus mampu kita kelola dengan baik sehingga dapat memberi manfaat kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat dan bangsa kita,” pungkasnya.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos