Dari Halmahera Tengah, Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik jadi Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia
08 Oktober 2026 22:38 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: Presiden Prabowo Subianto melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Maluku Utara, Sonora.co.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan strategi hilirisasi industri nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia yang dapat menembus pasar global.
Kepala Negara menyebut ekspor perdana baterai kendaraan listrik merupakan bukti nyata dari keberlanjutan kebijakan hilirisasi di Indonesia.
“Hari ini ekspor perdana baterai, kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” ucap Presiden dalam sambutannya di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis, (08/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran perusahaan yang telah menunjukkan kepemimpinan, tata kelola, serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan industri. Kepala Negara turut menyoroti upaya perusahaan dalam membina dan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Saya juga menyambut baik kepemimpinan, manajemen, dan rasa tanggung jawab dari perusahaan-perusahaan di kawasan ini. Saya melihat pembinaan saudara-saudara terhadap rakyat di sekitar sini sangat baik. Dan ini patut kita dukung dan patut kita teruskan,” katanya.
Sejalan dengan pengembangan industri, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan dalam setiap kegiatan operasional. Presiden menekankan bahwa kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
“Kita akan mempertahankan kualitas daripada air dan udara kita. Perhatikan pengelolaan limbah dengan baik. Masa depan kita, kita hadapi dengan baik, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk anak dan cucu kita,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi juga memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel dengan total keseluruhan nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut terdiri dari empat proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang mulai dibangun. Keseluruhan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di kawasan IWIP yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa capaian pembangunan industri nasional saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kontribusi berbagai pemerintahan terdahulu. Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional.
“Terima kasih semua unsur yang telah bekerja keras sehingga cita-cita kita makin dekat. Tapi saya ingatkan pepatah pendahulu-pendahulu kita, makin dekat kepada cita-cita makin berat tantangan. Tapi kita biasa menghadapi tantangan, kita berani menghadapi tantangan,” tandasnya.
Cerita Unik dibalik Agenda Besar Hilirisasi Nasional
Suasana hangat mewarnai akhir kunjungan Presiden Prabowo Subianto di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis, (08/10/2026).
Usai Presiden meluncurkan 11 proyek hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp180 triliun, Sekretaris Kabinet Teddy, Indra Wijaya menjadi pusat perhatian para karyawan. Seusai acara, para pekerja yang mayoritas warga setempat dan berasal dari Maluku berkerumun mendekati Seskab Teddy sambil mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen bersama. Senyum dan wajah antusias terlihat di tengah kerumunan karyawan yang masih mengenakan seragam kerja, termasuk sebagian dengan pakaian keselamatan berwarna oranye.
Di tengah kerumunan tersebut, Teddy tampak tersenyum melayani permintaan para karyawan untuk berfoto. Antusiasme para karyawan bahkan membuatnya hampir tertinggal rangkaian rombongan Presiden yang bersiap melanjutkan perjalanan.
Momen spontan itu menjadi cerita tersendiri di sela agenda besar hilirisasi nasional. Di antara peluncuran proyek industri dan komitmen investasi triliunan rupiah, para pekerja membawa suasana akrab dan penuh keceriaan dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo beserta rombongan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives