Warga Sekitar Gunung Anak Krakatau Diimbau Tetap Waspada
08 September 2026 16:30 WIB
Liliek
Photo: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI
Lampung Selatan, 8 September 2026 – Fase erupsi menerus selama 25 jam telah berakhir. Namun, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau seperti kawasan Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, untuk tetap waspada dan tidak terpancing dengan informasi-informasi tak terverifikasi di media sosial. Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, berjarak sekitar 20 kilometer dari Anak Krakatau.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhamad Hidayat mengatakan, aktivitas masyarakat Pulau Sebesi tetap berjalan normal setelah erupsi Anak Krakatau pada 4 September lalu.
“Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hidayat di lokasi, Selasa (8/9).
Ia mengatakan, pada Senin malam tim memantau dari Pulau Sebesi untuk melihat langsung perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau. Menurut Hidayat, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berlangsung normal. Warga masih melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya.
“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” ujarnya.
“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” ujarnya.
Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat setempat untuk tetap berwaspada, termasuk penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. “Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,” kata Hidayat.
Masyarakat Tetap Tenang dan Jangan Termakan Hoax
Masyarakat Tetap Tenang dan Jangan Termakan Hoax
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.
“Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.
Menurut Hidayat, informasi yang bersumber dari lembaga resmi harus menjadi rujukan masyarakat agar tidak muncul kepanikan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Hidayat berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik dan masyarakat tetap terlindungi.
“Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,” tutupnya.
Hidayat berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik dan masyarakat tetap terlindungi.
“Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,” tutupnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives