Kemendiktisaintek Dorong Inovasi Ragi agar Tempe Indonesia Tembus Pasar Global
02 September 2026 20:02 WIB
Riko Marbun
Photo: Robby/Istimewa
Jakarta, Sonora.Co.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong pengembangan tempe sebagai produk pangan bernilai tambah yang berpotensi menembus pasar global melalui penguatan riset, inovasi, hilirisasi industri, dan pemanfaatan biodiversitas Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengatakan tempe yang selama ini dikenal sebagai pangan sehari-hari masyarakat Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Tempe yang selama ini dikenal sebagai makanan rakyat dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui riset, inovasi pengemasan, serta pengembangan industri. Kita tinggal mencari off-taker industri yang mampu memproduksi tempe kelas ekspor,” ujar Fauzan dalam diskusi publik “Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan” di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9).
Menurut Fauzan, pengembangan inovasi pangan tersebut sejalan dengan konsep Diktisaintek Berdampak, yang mendorong hasil riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat dan memberikan nilai ekonomi.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan berasal dari tim periset Universitas Indonesia (UI) melalui Program Bestari Saintek yang didukung pendanaan LPDP. Tim tersebut mengembangkan inovasi ragi tempe dengan mengombinasikan sejumlah spesies Rhizopus.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan living lab, yakni dengan menguji inovasi dalam kondisi nyata serta memanfaatkan masukan dari pengguna sebagai bagian dari proses pengembangan.
Periset Bestari Saintek sekaligus akademisi UI, Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, mengatakan penelitian ragi tempe juga menjadi bagian dari upaya memahami sekaligus menjaga kekayaan biodiversitas mikroba yang dimiliki Indonesia.
“Ragi tempe merupakan bagian penting dari upaya memanfaatkan biodiversitas Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan. Melalui riset dan kolaborasi, keragaman mikroorganisme dapat dikembangkan secara bertanggung jawab menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pengembangannya, riset tersebut turut mempertimbangkan faktor lingkungan, termasuk pengaruh suhu dan kelembapan terhadap proses fermentasi. Karena itu, pengembangan ragi yang lebih adaptif terhadap beragam kondisi lingkungan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.
Sementara itu, FKS Group terlibat sebagai mitra dalam proses pengembangan dan peningkatan skala inovasi dari tahap laboratorium menuju skala pilot hingga industri.
VP Commercial FKS Group, Danar Samron, mengatakan proses hilirisasi sebuah inovasi pangan memerlukan berbagai tahapan, mulai dari pengujian dan standardisasi hingga kesiapan produksi, aspek keamanan pangan, serta keberlanjutan pasokan bahan baku.
Pakar gastronomi dan chef Wira Hardiyansyah menambahkan bahwa keragaman ragi dan praktik fermentasi merupakan bagian dari identitas kuliner Indonesia. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dijaga sekaligus dikembangkan sebagai salah satu cara memperkenalkan cita rasa Nusantara ke pasar dunia.
Diskusi publik tersebut digelar oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi bersama FKS Group dan LKBN ANTARA. Forum ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, serta pakar pangan untuk membahas pengembangan ragi Nusantara sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan para pelaku inovasi, tempe diharapkan tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai pangan sehari-hari masyarakat Indonesia, tetapi juga berkembang menjadi produk pangan bernilai tambah yang mampu bersaing dan membuka peluang di pasar global.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives