Peringati Hari ASI, Hasto: PDIP Fokus Perjuangkan Gizi Ibu-Anak
06 Agustus 2026 14:02 WIB
Liliek
Photo: PDI Perjuangan
Sukabumi – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan, peringatan Hari ASI Internasional yang digelar partainya di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi, Kamis (6/8/2026), bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, gerakan ini merupakan otokritik terhadap watak kekuasaan di tingkat elite nasional yang kerap terjebak dalam penyalahgunaan wewenang dan hukum.
"Sebagai gerakan, ini menunjukkan suatu komitmen PDI Perjuangan tentang watak politik yang bersama-sama dengan akar rumput. Ini sekaligus sebagai otokritik atas watak kekuasaan di tingkat elit yang sering kali terjebak pada penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan hukum. Maka, PDI Perjuangan mendorong pada watak sejati politik, seperti hari ini bertemu dengan para Ibu-ibu di Sukabumi untuk membangun kesadaran tentang pentingnya ASI," ujar Hasto.
Ia memaparkan, peringatan Hari ASI Internasional yang mengusung tema “ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu” adalah gerakan terpadu untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya ASI eksklusif bagi tumbuh kembang, daya tahan tubuh, serta kecerdasan masa depan anak-anak Indonesia.
Sebab, penyiapan kepemimpinan bangsa yang unggul harus dimulai sejak bayi dalam kandungan melalui pemenuhan gizi ibu hamil yang tercukupi.
Sukabumi, Sejarah, dan Mustika Rasa
Hasto menjelaskan, pemilihan Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Sukabumi adalah wilayah dengan populasi padat yang masih menghadapi tantangan stunting tinggi (20,5%). Selain itu, Jawa Barat secara historis memiliki kedekatan emosional dengan gagasan kemanusiaan Bung Karno.
Ia mengenang bagaimana Bung Karno mempelopori Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika pasca Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung. Lebih dari itu, Bung Karno juga merumuskan kedaulatan pangan nasional berbasis komoditas lokal melalui Buku Mustika Rasa—sebuah resep makanan legendaris yang bertujuan menjamin kecukupan gizi secara berdikari bagi manusia Indonesia.
"Kita juga sebagai suatu negara dengan sumber bahan makanan yang paling lengkap se-dunia. Demikian pula bumbu-bumbuan. Apalagi tradisi yang ada di Jawa Barat ini dengan kebutuhan sayur-sayuran, kita akan mendorong bahwa Buku Mustika Rasa sebagai kecukupan gizi bagi manusia-manusia Indonesia menjadi keseharian di dalam menyediakan makanan bagi kita semua," terangnya.
Pemilu 2029: Kerja Riil, Bukan Bansos Instan
Saat ditanya mengenai persiapan PDI Perjuangan menyongsong Pemilu 2029 mendatang, Hasto menegaskan bahwa kerja politik yang riil bagi partainya bukanlah membagikan bantuan sosial (bansos) secara instan. PDIP justru berkomitmen mengedukasi dan mengorganisasi masyarakat di tingkat akar rumput agar berdaya secara mandiri.
"PDIP turun ke akar rumput. Ini yang dipertegas oleh PDI Perjuangan," tandasnya.
Ia bahkan menyamakan gerakan kepemimpinan muda ini dengan sosok Bung Karno. "Bung Karno saat itu juga dikategorikan sebagai Gen Z karena usianya 26 tahun sudah mendirikan PNI di Bandung dan dari situlah partai mengorganisir rakyat," pungkas Hasto.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives