M4CR Dorong Perempuan Pesisir Kaltara Berdaya Lewat Sekolah Lapang Livelihood

10 Juli 2026 11:32 WIB
Yudi Samadi
Photo: Aktivitas para perempuan dalam Sekolah Lapang Livelihood yang diinisiasi oleh Program M4CR di Kab. Tana Tidung (sumber: Humas M4CR)
JAKARTA, SONORA.CO.ID – Perempuan di wilayah pesisir memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Selain mengurus rumah tangga, mereka juga terlibat dalam pengolahan hasil perikanan, membantu aktivitas tambak, hingga mengembangkan usaha skala rumah tangga.

Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Kehutanan melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) menggelar Sekolah Lapang Livelihood, sebuah program pemberdayaan yang membekali masyarakat, khususnya perempuan, dengan keterampilan mengembangkan usaha berbasis sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, yang selama ini dikenal sebagai desa pesisir dengan aktivitas tambak berbasis sistem silvofishery, yakni metode budidaya yang memadukan tambak dengan pelestarian mangrove sehingga manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

Melalui Sekolah Lapang Livelihood, sebanyak 11 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Baru mendapatkan pelatihan mengolah hasil tambak menjadi petis udang bernilai tambah. Tak hanya mempelajari teknik produksi, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai standar kebersihan, pengemasan yang higienis, pelabelan produk, hingga dasar-dasar keamanan pangan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ketua KWT Bina Baru, Rukiah, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi kelompoknya dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
"Melalui kegiatan ini, kami merasa sangat terbantu karena mendapat ilmu baru, pengalaman, dan wawasan bagi kelompok. Selama ini distribusi produk kami hanya menjangkau wilayah Desa Bebatu dan kabupaten. Ke depan, kami berharap ada keberlanjutan agar dapat semakin mendorong perekonomian ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok kami," ujar Rukiah.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut memberikan pemahaman bahwa hasil tambak tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi dengan teknik pengolahan dan kemasan yang baik.Dukungan terhadap program pemberdayaan ini juga datang dari Pemerintah Desa Bebatu. Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Bebatu, Sri Kamariah, mengatakan bahwa peluang kerja di desa masih terbatas sehingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam mendukung ekonomi keluarga sehingga perlu terus didorong melalui berbagai program pemberdayaan.

Sementara itu, PPIU Manager Kalimantan Utara Program M4CR, Akhmad Ashar Sarif, menegaskan bahwa Sekolah Lapang Livelihood merupakan bagian dari upaya menghubungkan rehabilitasi mangrove dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir."Pelatihan sekolah lapang ini merupakan komitmen kami bersama dalam melestarikan mangrove dan meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari keberhasilan memulihkan ekosistem, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ketika masyarakat memiliki keterampilan mengembangkan usaha berbasis hasil tambak dan sumber daya pesisir lainnya, maka manfaat rehabilitasi mangrove akan semakin luas.

Program Sekolah Lapang Livelihood di Desa Bebatu menjadi contoh bahwa pelestarian mangrove dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan ekosistem mangrove yang tetap terjaga melalui penerapan silvofishery serta meningkatnya kapasitas perempuan dalam mengembangkan produk olahan, diharapkan tercipta fondasi ekonomi pesisir yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (YDS)
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos