Abdul Mu'ti: Perpustakaan Harus Jadi Rumah Pendidikan dan Ruang Dialog
09 Juli 2026 07:17 WIB
Riko Marbun
Photo: BKHM Kemdikdasmen RI
Jakarta, Sonora.co.id - Minat baca masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren positif. Data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional pada 2025 mencapai 74,37, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan budaya literasi terus berkembang, namun masih perlu diperkuat melalui transformasi perpustakaan agar menjadi ruang belajar yang lebih inklusif, interaktif, dan dekat dengan masyarakat.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperingati Hari Pustakawan Indonesia dengan menggelar bedah buku "Presiden Solusi: Problem Solving Ala Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi, nalar kritis, dan kemampuan memecahkan masalah di kalangan peserta didik serta ekosistem pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan peringatan Hari Pustakawan menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran perpustakaan yang kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku.
"Sebagaimana kita ketahui dengan berkembangnya teknologi, dengan berkembangnya berbagai kebijakan, perpustakaan tidak lagi hanya sebagai tempat untuk menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar, menjadi ruang dialog gagasan, dan juga menjadi simpul kolaborasi," ujar Suharti.
Menurutnya, buku yang dibedah dipilih karena mengangkat tema kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah dalam kebijakan publik. Tema tersebut dinilai relevan untuk membangun kemampuan berpikir kritis generasi muda. Kegiatan itu diikuti pejabat pemerintah, pustakawan, pegiat literasi, komunitas perbukuan, hingga pelajar dari berbagai daerah.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang mampu menginspirasi lahirnya generasi unggul, bukan sekadar ruang penyimpanan koleksi buku.
"Satu kenikmatan yang tentu saja paling membuat kita bahagia dan bermakna adalah ketika dengan buku kita bisa menginspirasi, dengan perpustakaan kita bisa menggerakkan anak-anak kita untuk menjadi Generasi Indonesia Hebat, Generasi Emas 2045," kata Abdul Mu'ti.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan budaya membaca sebagai karakter seorang pemimpin. Abdul Mu'ti menilai seorang pemimpin yang baik lahir dari kebiasaan membaca dan memperkaya wawasan.
"Pemimpin besar adalah pemimpin yang banyak membaca, pemimpin yang senantiasa memberikan inspirasi dengan gagasan-gagasannya yang cemerlang dan keberanian untuk mengambil sikap karena wawasan dan karena ilmu yang dimiliki," ujarnya.
Untuk mendukung penguatan literasi, Kemendikdasmen terus mendorong implementasi pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya membaca teks, tetapi juga didorong mengulas buku, mengeksplorasi lingkungan, serta menghasilkan karya sebagai bentuk pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Bersamaan dengan itu, perpustakaan sekolah diarahkan bertransformasi menjadi learning commons atau pusat pembelajaran aktif yang inklusif.
Abdul Mu'ti juga menegaskan komitmennya mentransformasi perpustakaan kementerian menjadi "Rumah Pendidikan" yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Perpustakaan tersebut tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga fasilitas multimedia dan ruang diskusi yang memungkinkan interaksi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan kementerian pendidikan kini bukan semata-mata sebagai kantor tempat layanan administrasi, tapi menjadi 'Rumah Pendidikan' di mana siapa pun anak Indonesia dapat belajar dan dapat membaca buku-buku yang ada di perpustakaan," ujarnya.
Menutup kegiatan tersebut, Abdul Mu'ti mengajak generasi muda menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
"Jadikanlah membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban. Jadikanlah setiap buku yang kalian baca sebagai bahan refleksi, bukan sekadar informasi yang lewat begitu saja," pungkasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives