César Cui, Komponis Klasik Rusia Multitalenta yang Promosikan Musik Klasik Rusia di Kancah Global
22 November 2024 20:38 WIB
Yudi Samadi
Photo: César Cui, Komponis Klasik Rusia berdarah Perancis dan Lithuania (Dok. Radio Orpheus/Vera Dorokhova/Tatiana)
Jakarta, sonora.co.id, Minggu malam saatnya Sahabat-sahabat Sonora beristirahat sambil menikmati sajian musik klasik di Radio Sonora dalam program #ClassicNite. Program ini mengudara mulai pukul 22.00 WIB. Khusus untuk edisi minggu, 24 November 2024, para pecinta musik klasik akan dihibur dengan komposisi-komposisi klasik karya César Cui, seperti The Burn Letter, Op.33/4, arr. for piano and cello, Canzonetta, A Argenteau, Bolero Op.17, Violin Sonata, Trois Morceaux pour deux pianos, Unter The Blue Sky, The Statue of Tsarskoye Selo dan masih banyak lagi komposisi indah lainnya.
César Cui (1835–1918) adalah seorang komponis, kritikus musik, dan ilmuwan militer asal Rusia yang dikenal sebagai anggota grup The Five. Kelompok ini, yang dipimpin oleh Mily Balakirev, bertujuan menciptakan gaya musik klasik yang khas Rusia. Selain Cui, anggota lainnya termasuk Modest Mussorgsky, Nikolai Rimsky-Korsakov, dan Alexander Borodin. Meskipun ia berkontribusi besar dalam musik Rusia, Cui memiliki latar belakang budaya yang unik, yakni keturunan Prancis-Lithuania, yang tercermin dalam karyanya.
Lahir dari seorang perwira Prancis dan ibu asal Lithuania, Cui awalnya belajar musik secara otodidak sebelum mempelajari ilmu militer. Karier militernya cemerlang, mencapai pangkat jenderal dan menjadi profesor di Akademi Teknik Militer Saint Petersburg. Selain itu, ia menulis banyak buku teks tentang benteng militer dan bahkan mengajar anggota keluarga kekaisaran, termasuk Tsar Nicholas II.
Sebagai komponis, Cui menulis lebih dari 15 opera serta karya-karya lain dalam berbagai genre, kecuali simfoni dan puisi simfonik. Namun, ia mengakui bahwa tema-tema opera Rusia kurang cocok baginya karena pengaruh latar belakang Prancis dan Lithuania. Salah satu pengecualian adalah opera The Prisoner in the Caucasus, yang terinspirasi oleh karya Alexander Pushkin, penyair favoritnya. Selain itu, Cui banyak menciptakan lagu-lagu dalam bahasa Rusia, Prancis, Polandia, dan Jerman, memperlihatkan keahliannya dalam berbagai bahasa.
Cui juga diakui sebagai salah satu kritikus musik pertama yang secara rutin mempromosikan musik Rusia di media internasional. Melalui tulisannya, ia membantu memperkenalkan karya-karya komponis Rusia ke khalayak global. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan bergengsi seperti anggota kehormatan Académie Française dan Belgian Royal Academy of Literature and Art.
Hidup panjang hingga usia 83 tahun, Cui menyaksikan banyak perubahan besar, termasuk Perang Dunia I dan Revolusi Rusia 1917. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ia tetap berkarya, menghasilkan musik yang mencerminkan perasaan seorang komponis yang mengalami masa-masa sulit. Perjalanan hidup Cui menunjukkan kemampuannya yang luar biasa untuk berhasil di berbagai bidang, menjadikannya sosok yang unik dalam sejarah budaya dan ilmu pengetahuan Rusia. (YDS/ORP)
César Cui (1835–1918) adalah seorang komponis, kritikus musik, dan ilmuwan militer asal Rusia yang dikenal sebagai anggota grup The Five. Kelompok ini, yang dipimpin oleh Mily Balakirev, bertujuan menciptakan gaya musik klasik yang khas Rusia. Selain Cui, anggota lainnya termasuk Modest Mussorgsky, Nikolai Rimsky-Korsakov, dan Alexander Borodin. Meskipun ia berkontribusi besar dalam musik Rusia, Cui memiliki latar belakang budaya yang unik, yakni keturunan Prancis-Lithuania, yang tercermin dalam karyanya.
Lahir dari seorang perwira Prancis dan ibu asal Lithuania, Cui awalnya belajar musik secara otodidak sebelum mempelajari ilmu militer. Karier militernya cemerlang, mencapai pangkat jenderal dan menjadi profesor di Akademi Teknik Militer Saint Petersburg. Selain itu, ia menulis banyak buku teks tentang benteng militer dan bahkan mengajar anggota keluarga kekaisaran, termasuk Tsar Nicholas II.
Sebagai komponis, Cui menulis lebih dari 15 opera serta karya-karya lain dalam berbagai genre, kecuali simfoni dan puisi simfonik. Namun, ia mengakui bahwa tema-tema opera Rusia kurang cocok baginya karena pengaruh latar belakang Prancis dan Lithuania. Salah satu pengecualian adalah opera The Prisoner in the Caucasus, yang terinspirasi oleh karya Alexander Pushkin, penyair favoritnya. Selain itu, Cui banyak menciptakan lagu-lagu dalam bahasa Rusia, Prancis, Polandia, dan Jerman, memperlihatkan keahliannya dalam berbagai bahasa.
Cui juga diakui sebagai salah satu kritikus musik pertama yang secara rutin mempromosikan musik Rusia di media internasional. Melalui tulisannya, ia membantu memperkenalkan karya-karya komponis Rusia ke khalayak global. Atas kontribusinya, ia menerima penghargaan bergengsi seperti anggota kehormatan Académie Française dan Belgian Royal Academy of Literature and Art.
Hidup panjang hingga usia 83 tahun, Cui menyaksikan banyak perubahan besar, termasuk Perang Dunia I dan Revolusi Rusia 1917. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, ia tetap berkarya, menghasilkan musik yang mencerminkan perasaan seorang komponis yang mengalami masa-masa sulit. Perjalanan hidup Cui menunjukkan kemampuannya yang luar biasa untuk berhasil di berbagai bidang, menjadikannya sosok yang unik dalam sejarah budaya dan ilmu pengetahuan Rusia. (YDS/ORP)
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives