KemenPPPA, Kemendikdasmen, dan Tanoto Foundation Luncurkan Buku “Misi untuk Raka” untuk Dorong Aktivitas Anak Tanpa Gawai

13 Mei 2026 19:57 WIB
Riko Marbun
Photo: Istimewa
Sonora.co.id - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita anak berjudul Misi untuk Raka sebagai upaya mendorong aktivitas #SeruTanpaLayar bagi anak usia dini. Peluncuran buku tersebut dilakukan pada Rabu (13/5/2026) di Aula Kementerian PPPA, Jakarta. Buku cerita bergambar ini ditujukan bagi anak usia 3–8 tahun dan diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi keluarga dalam mendampingi penggunaan gawai secara bijak.

Perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan keluarga dinilai membawa tantangan baru terhadap tumbuh kembang anak. Akses gawai yang mudah tanpa pendampingan yang tepat berisiko mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, hingga pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan sebanyak 39,71 persen anak usia dini telah mengakses dunia digital lebih dari dua jam per hari. Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan durasi penggunaan layar bagi anak usia 2–6 tahun maksimal satu jam per hari dengan pendampingan orang tua.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak di era digital.

“Tanpa pengawasan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak, penggunaan gawai berlebihan berisiko mengganggu kebutuhan dasar anak akan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Arifah.

Ia mengatakan buku Misi untuk Raka hadir sebagai instrumen edukatif yang membantu orang tua dan anak membangun dialog sekaligus menemukan kembali kegembiraan dalam aktivitas fisik dan interaksi langsung yang sehat.


“Perlu kolaborasi banyak pihak untuk menjaga pertumbuhan anak Indonesia optimal, bukan hanya dari orang tua, guru, dan pemerintah, namun juga pihak lain yang berkaitan. Inilah mengapa melalui buku ini kami berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dan Tanoto Foundation, yang memiliki visi yang sama,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Rita Pranawati menilai dunia pendidikan perlu merespons tantangan era digital tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga penguatan karakter anak.

“Di tengah pesatnya era digital yang membawa tantangan seperti adiksi gawai hingga rendahnya literasi digital, pendidikan harus merespons tidak hanya melalui aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter yang fundamental, salah satunya lewat Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kemendikdasmen,” kata Rita.

Menurutnya, buku Misi untuk Raka sejalan dengan nilai-nilai dalam Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat karena menghadirkan alternatif aktivitas positif dan bermanfaat bagi anak melalui pendekatan cerita.


Sementara itu, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry mengatakan penguatan kapasitas pengasuh dan penyediaan aktivitas alternatif tanpa gawai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Teknologi telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian keluarga. Namun, anak usia dini tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, membaca, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara nyata. Karena itu, melalui buku ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih positif, yaitu tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ujarnya.

Misi untuk Raka
menjadi buku seri keempat yang dikembangkan Tanoto Foundation bersama KemenPPPA dan Kemendikdasmen. Sebelumnya, ketiga pihak telah meluncurkan buku cerita anak “Rubrik Unik Korona” pada 2021, “Saat Noni Datang” pada 2022, dan “Bisa atau Tidak, Ya?” pada 2024.
Buku Misi untuk Raka mengangkat empat aktivitas utama dalam kampanye #SeruTanpaLayar, yakni bergerak, berbuat baik, membaca, dan berkarya.

Buku ini juga dilengkapi panduan praktis bagi orang tua melalui prinsip 3S, yaitu screen time, screen break, dan screen zone guna membantu menciptakan pola pengasuhan yang sehat dan seimbang di rumah.
Untuk menjangkau lebih banyak keluarga di Indonesia, buku tersebut tersedia dalam format cetak dan dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Tanoto Foundation.  
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos