Mendikdasmen: IMSO Diharapkan Lahirkan Generasi Ilmuwan Baru Indonesia
04 Oktober 2026 20:22 WIB
Riko Marbun
Photo: Laili/BKHM Kemdikdasmen RI
Depok, Sonora.Co.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berharap keikutsertaan pelajar Indonesia dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 Tahun 2026 dapat melahirkan generasi ilmuwan baru yang unggul di bidang sains dan matematika.
Menurut Abdul Mu’ti, pengembangan talenta muda melalui ajang internasional tersebut sejalan dengan fokus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memperkuat pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Melalui ajang ini, kami berharap lahir generasi ilmuwan baru, para pelajar cerdas yang tidak hanya unggul di bidang sains dan matematika, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Hal ini juga mendukung prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan karakter,” ujar Abdul Mu’ti.
IMSO ke-23 menjadi ajang bagi pelajar Indonesia untuk menguji kemampuan di bidang matematika dan sains setelah melalui rangkaian seleksi, pembinaan, latihan, dan karantina.
Salah satu peserta bidang sains, Kaindra Nadira Saidtama, murid kelas 6 SDIT Bina Bangsa Sejahtera Kota Bogor, mengaku menjalani latihan soal secara intensif selama persiapan. Ia juga mengikuti pembinaan secara daring dan luring dengan dukungan orang tua.
Kaindra sebelumnya meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Sains jenjang SD. Pengalaman tersebut membantunya membangun kebiasaan belajar secara disiplin dan teratur.
“Senang sama bangga,” ujar Kaindra ketika mengetahui dirinya terpilih mewakili Indonesia di IMSO-23.
Ia juga mengajak teman-temannya yang tertarik pada sains tetapi belum percaya diri untuk berani mencoba.
“Dicobain dulu belajar sains atau ikut kompetisinya. Kalau lumayan suka, coba ikutin,” katanya.
Peserta lainnya, Aiden Gracio, murid kelas 6 SD Witama Nasional Plus Srikandi Pekanbaru, akan mengikuti kompetisi bidang matematika. Untuk lolos ke IMSO-23, Aiden melewati tiga tahap seleksi, yakni dua tahap daring dan satu tahap luring yang dilengkapi latihan serta simulasi.
Aiden merupakan peraih medali emas sekaligus the best overall OSN bidang matematika jenjang SD.
Dalam menghadapi soal yang sulit, Aiden memilih memulai dari soal dengan tipe serupa tetapi tingkat kesulitannya lebih rendah. Setelah memahami konsepnya, ia kemudian mengembangkan cara tersebut untuk menyelesaikan soal yang lebih menantang.
“Jangan takut untuk mencoba. Yang penting, kamu dapat penambahan ilmu. Jangan takut hasilnya, tapi cobalah mengikuti saja dulu biar kita dapat banyak ilmu pengetahuan,” tutur Aiden.
Team Leader Indonesia untuk IMSO-23, Muchammad Fachri, mengatakan para peserta merupakan murid berprestasi yang sebagian di antaranya merupakan peraih medali emas OSN.
Proses seleksi dilakukan melalui tiga tahap, yakni dua tahap daring dan satu tahap luring. Dari proses tersebut terpilih sekitar 30 peserta. Mereka kemudian bergabung dengan peraih medali emas OSN sehingga keseluruhan tim pembinaan berjumlah 63 peserta, terdiri atas 32 peserta matematika dan 31 peserta sains.
Fachri mengatakan tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi. Materi olimpiade memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan materi sekolah. Peserta juga dituntut memahami dan menjawab soal dalam bahasa Inggris serta menjalani karantina selama lebih dari satu minggu jauh dari orang tua.
Para peserta mendapatkan materi sesuai silabus dari pengajar berbagai institusi dan pelatih olimpiade. Antusiasme peserta dalam mengikuti pembinaan juga terlihat dari banyaknya bahan latihan yang harus disiapkan tim pembina.
“Harapan saya dan kami semua dari tim Indonesia adalah peserta dapat meraih prestasi terbaik di IMSO-23. Dari seluruh proses yang sudah dilakukan, mulai dari tahap seleksi hingga karantina, kami berharap dapat meraih medali emas, baik di bidang sains maupun matematika. Mudah-mudahan juga ada peserta yang mendapatkan best overall, best theory, best exploration, atau best experiment. Kami juga berharap IMSO-23 menjadi salah satu ajang terbaik yang menghasilkan juara-juara dari tim Indonesia,” ujar Fachri.
Melalui IMSO-23, para peserta tidak hanya mempersiapkan diri untuk meraih prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman menghadapi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi, belajar bekerja di bawah tekanan, serta mengembangkan keberanian untuk menguji kemampuan di tingkat internasional.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives