23 Tahun Yayasan Al Qohhar, dari Amanat Guru hingga Mendampingi Anak Yatim dan Yatim Piatu

04 Oktober 2026 20:00 WIB
Riko Marbun
Photo: Asri/istimewa
Sawangan, Sonora.Co.ID - Yayasan Al Qohhar memasuki 23 tahun perjalanan dalam mendampingi anak yatim dan yatim piatu. Berawal dari sebuah majelis ta’lim, lembaga ini berkembang dengan menjalankan berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada dalam pengasuhan dan pendampingannya.

Perjalanan tersebut dimulai sebelum yayasan resmi berdiri. Saat itu, kegiatan masih berupa majelis ta’lim yang dibina oleh guru dari Haji Robert Nitiyudo Wachjo dan berfokus pada kegiatan keagamaan.

Setelah sang guru meninggal dunia, Haji Robert memilih meneruskan amanat yang diberikan kepadanya, yakni mengurus anak yatim dan yatim piatu serta memperhatikan para lanjut usia atau jompo.

Amanat tersebut kemudian diwujudkan melalui pengurusan legalitas hingga yayasan resmi berdiri pada 9 Juli 2003. Sejak saat itu, berbagai program untuk mendampingi anak yatim dan yatim piatu terus dikembangkan.

Hingga kini, tercatat sekitar 865 anak yatim dan 387 anak yatim piatu telah mendapatkan pendampingan. Dukungan diberikan melalui berbagai kebutuhan, mulai dari santunan, pendidikan, kesehatan hingga kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang anak yatim yang bergabung sejak Juli 2024, Anaya Syakira Abimanyu, mengaku bersyukur mendapat perhatian dan dukungan selama menjadi anak asuh.

“Saya sangat bersyukur menjadi anak asuh di bawah Yayasan Al Qohhar, Ayah Robert sangat baik dan benar-benar menjadi sosok ayah bagi kami, Ayah Robert banyak mengajarkan kami hal-hal positif, ia selalu memberikan support untuk kami dalam segala hal, untuk kehidupan sehari-hari, kebutuhan pendukung seperti HP, laptop, sepeda listrik, kasur, bahkan memberikan saya fasilitas les bahasa Inggris di EF,” ujarnya.

Anaya berharap pendampingan tersebut dapat terus berlanjut.

“Saya merasa beruntung menjadi anak asuh Yayasan Al Qohhar, saya berharap Yayasan Al Qohhar selalu ada untuk kami, dan Ayah Robert selalu dalam lindungan Allah dan selalu diberikan kesehatan,” tambah Anaya.

Bagi Haji Robert, kebutuhan anak yatim dan yatim piatu tidak berhenti pada pemberian santunan. Pendidikan, tempat tinggal, makanan, kesehatan, pakaian hingga pendampingan sehari-hari juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Anak-anak yang tetap tinggal bersama kerabat terdekat mendapatkan berbagai dukungan sesuai kebutuhan. Bantuan tersebut antara lain berupa beasiswa, renovasi rumah, pendampingan persoalan di sekolah, serta kunjungan rutin tim psikolog dan tenaga medis.

Dukungan kesehatan juga mencakup layanan dokter umum dan dokter gigi hingga rumah sakit spesialis bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Beberapa di antaranya merupakan anak dengan kondisi jantung bocor, spina bifida, retinal detachment, dan leukemia.

“Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan,” ujar Kartono Warigogung, Ketua Yayasan Al Qohhar.

Selama 23 tahun, hubungan Haji Robert dengan anak-anak yang didampingi juga semakin dekat. Bagi anak-anak yang kehilangan sosok ayah, kehadiran Haji Robert tidak hanya dipandang sebagai pemberi bantuan, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan perhatian dan ikut memikirkan kebutuhan serta masa depan mereka.

“Pak Haji ingin anak-anak ini mendapatkan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi bukan sekadar datang memberikan santunan lalu selesai. Kalau ada yang sekolah, kita pikirkan sekolahnya. Kalau ada yang sakit, kita pikirkan pengobatannya. Kebutuhan sehari-hari juga diperhatikan,” kata Kartono.

Menurut Kartono, kedekatan yang terbangun selama bertahun-tahun membuat hubungan antara anak-anak dengan Haji Robert berkembang seperti hubungan keluarga.

“Anak-anak juga sudah menganggap Pak Haji sebagai orang tua. Jadi hubungan yang terbentuk selama bertahun-tahun ini bukan hanya hubungan antara yayasan dan penerima bantuan, tetapi sudah seperti keluarga,” ujarnya.

Selain mendampingi anak yatim dan yatim piatu, kegiatan sosial juga diberikan kepada para lanjut usia atau jompo, salah satunya melalui pemberian sembako secara rutin.
Program bagi anak yatim dan yatim piatu mencakup santunan, pendidikan, fasilitas pesantren, serta dukungan dan pendampingan kesehatan.

Perjalanan selama 23 tahun menunjukkan bahwa mendampingi anak yatim tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan. Pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta dukungan emosional menjadi bagian yang perlu diperhatikan secara berkelanjutan.

Bagi Haji Robert, meneruskan amanat gurunya berarti memastikan anak-anak yatim dan yatim piatu tetap mendapatkan perhatian, kesempatan memperoleh pendidikan, serta dukungan untuk menjalani kehidupan dan mempersiapkan masa depan mereka.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos