PRSI Bersama Kemenag dan Kemendikdasmen Luncurkan Program Robotika untuk Negeri, Sasar 500 Pesantren dan Sekolah

27 Oktober 2026 12:14 WIB
Riko Marbun
Photo: Istimewa
Jakarta, Sonora.Co.ID - Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program Robotika untuk Negeri untuk memperluas akses pendidikan teknologi bagi santri dan siswa di Indonesia. Pada tahap awal, program ini menargetkan 500 satuan pendidikan, yang terdiri atas 350 pesantren dan 150 sekolah umum.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (26/10/2026). Sekretariat Wakil Presiden turut mendukung program tersebut sebagai fasilitator integrasi antarlembaga.

Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat hadir bersama Sekretaris Jenderal Dwi Nugroho Marsudianto, Bendahara Umum Herliana Widiawanti, dan jajaran PRSI. Sejumlah pejabat pemerintah juga menghadiri acara tersebut, di antaranya Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya, Direktur Jenderal Direktorat Pesantren Kemenag Basnang Said, Pembina Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMP Kemendikdasmen Harnowo Susanto, serta Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden Eddy Cahyono Sugiharto.

Program Robotika untuk Negeri dirancang untuk memberikan akses pembelajaran dan pelatihan robotika serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada santri dan siswa di berbagai daerah. Program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk mempelajari teknologi, termasuk bagi mereka yang berada di satuan pendidikan dengan keterbatasan fasilitas.

Ketua Umum PRSI Wahyu Hidayat mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan teknologi di tengah percepatan transformasi digital.

Menurut Wahyu, penguasaan robotika dan AI perlu diperkenalkan secara inklusif agar kesempatan mempelajari teknologi tidak hanya dinikmati generasi muda yang memiliki fasilitas pendidikan memadai.

“Program Robotika untuk Negeri menjadi langkah untuk memastikan pembelajaran dan pelatihan robotika serta AI dapat diakses lebih luas oleh generasi muda Indonesia. Santri dan siswa, termasuk mereka yang belajar di pesantren dan sekolah dengan keterbatasan fasilitas, harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi teknologi,” kata Wahyu dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) semakin penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Pembelajaran robotika, lanjut Wahyu, tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga melatih pola pikir komputasional, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan inovasi.

Program Robotika untuk Negeri juga diarahkan untuk membangun talenta robotika yang kompeten dan berdaya saing, sehingga generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut berperan dalam menciptakan inovasi.

“Kita ingin generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam rangkaian peluncuran tersebut, PRSI menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga mitra, yakni STMIK DCI Tasikmalaya, PT Handal Yesindo Sejahtera, dan PT Agro Global Synergy.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi, lembaga pendidikan, dan sektor industri dalam membangun ekosistem robotika nasional. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknologi untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Melalui sinergi lintas kementerian, lembaga, dan mitra, Program Robotika untuk Negeri diharapkan dapat memperluas pemerataan pendidikan teknologi sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak santri dan siswa untuk terlibat dalam perkembangan robotika dan AI di Indonesia.

PRSI bersama para pemangku kepentingan mendorong agar program ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos