BNN, Polri, dan Bea Cukai Bongkar Laboratorium Gelap Narkotika Jaringan Internasional di Aceh, Sita 1,2 Ton Sabu
26 Oktober 2026 14:54 WIB
liliek
Photo: BNN
Aceh, Sonora.co.id – Sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali menunjukkan hasil signifikan dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika. Tim gabungan berhasil membongkar laboratorium gelap atau clandestine laboratory yang diduga dioperasikan jaringan narkotika internasional di Aceh dan menyita barang bukti sabu dengan total berat bruto mencapai 1,2 ton.Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama lintas negara yang melibatkan National Narcotics Control Commission (NNCC) China. Pengungkapan kasus bermula dari pertukaran informasi intelijen terkait aktivitas sindikat narkotika asal Tiongkok yang diduga mengirimkan metamfetamin cair (meth oil) ke Indonesia untuk diolah menjadi sabu kristal.Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan bersama oleh aparat penegak hukum Indonesia. Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk menelusuri pergerakan jaringan hingga mengidentifikasi lokasi yang diduga menjadi tempat pemurnian dan produksi narkotika di wilayah Aceh.Berdasarkan hasil pendalaman, tim gabungan melakukan penggerebekan di sebuah ruko pada Rabu (21/10) yang diduga digunakan sebagai laboratorium gelap narkotika. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 11 orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan narkotika internasional tersebut.Dari jumlah tersebut, dua tersangka merupakan warga negara Tiongkok berinisial LJ dan XM yang diduga berperan sebagai peracik atau "koki" narkotika. Sementara sembilan tersangka lainnya merupakan warga negara Indonesia yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari asisten peracik, penghubung, hingga kurir.Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 20 drum berisi sabu cair (meth oil) dan sekitar 500 kilogram sabu kristal (crystal meth). Total keseluruhan barang bukti narkotika yang diamankan mencapai 1,2 ton berat bruto.Selain itu, petugas turut menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mengolah metamfetamin cair menjadi sabu kristal, di antaranya empat kompor, dua tungku, tujuh tabung gas LPG berkapasitas 12 kilogram, serta tiga mesin cuci. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa lokasi itu merupakan fasilitas produksi narkotika berskala besar yang terintegrasi dengan jaringan internasional.Saat ini, tim gabungan masih terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap asal-usul bahan baku, menelusuri jalur distribusi narkotika, serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.Pengungkapan laboratorium gelap di Aceh ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan kerja sama internasional dalam memerangi kejahatan narkotika. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memutus mata rantai produksi dan peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang dengan modus yang semakin kompleks.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives