Pemerintah Perluas Akses Pendidikan, Bangun Infrastruktur hingga Perhatikan Kesejahteraan Guru
27 Oktober 2026 12:13 WIB
liliek
Photo: Badan Komunikasi RI
Jakarta, Sonora.co.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan melalui penguatan kualitas pembelajaran, digitalisasi pendidikan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta peningkatan kesejahteraan guru. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anak Indonesia, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengatakan pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar-mengajar di ruang kelas, tetapi juga menyangkut berbagai faktor yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pendidikan.
Menurut Syahganda, pemerintah selama ini telah menjalankan berbagai program pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas.
“Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi berbagai upaya tersebut belum terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Syahganda saat mengunjungi Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Selasa (27/10).
Pendidikan yang Merata
Syahganda menuturkan, pemerataan pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Karena itu, sejumlah langkah terus dilakukan, mulai dari program digitalisasi pendidikan, penguatan kapasitas guru, hingga perluasan jangkauan layanan pendidikan ke berbagai daerah.
Namun demikian, Syahganda menilai penyediaan program pendidikan dan tenaga pengajar saja belum cukup untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan yang masih dialami sebagian masyarakat. Infrastruktur pendukung, khususnya di daerah dengan kondisi geografis yang sulit, juga memegang peran penting.
Sebagai contoh, menurut Syahganda, pembangunan jembatan yang menghubungkan desa-desa terpencil dapat memberikan dampak langsung terhadap akses pendidikan. Infrastruktur tersebut mempermudah mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
“Dengan adanya jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya terpisah oleh sungai, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah,” ujarnya.
Syahganda menjelaskan, pembangunan pendidikan membutuhkan sinergi lintas sektor. Kementerian yang menangani pendidikan berfokus pada penguatan sistem pembelajaran, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, dan penyediaan layanan pendidikan yang berkualitas. Sementara itu, pembangunan infrastruktur oleh kementerian dan lembaga terkait berfungsi mengatasi hambatan akses yang selama ini dihadapi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan secara merata hingga pelosok daerah.Selain soal akses pendidikan, Syahganda juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Ia menilai dukungan melalui pemberian tunjangan dan berbagai program bantuan menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.
Perhatian pemerintah terhadap nasib guru selama ini begitu luar biasa, baik melalui pemberian tunjangan maupun berbagai bantuan lainnya. Perhatian tersebut diberikan kepada guru yang sudah tercatat sebagai aparatur sipil negara maupun yang belum tercatat sebagai ASN,” katanya.
Syahganda meyakini pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses pendidikan yang semakin baik dan didukung tenaga pendidik yang sejahtera, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi serta meraih masa depan yang lebih baik, tanpa terhalang kondisi ekonomi maupun lokasi tempat tinggalnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives