Kemensos Evaluasi Sekolah Rakyat di Pati dan Mamuju, Perlindungan Siswa Jadi Prioritas

10 Oktober 2026 18:26 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kemensos RI
Jakarta, Sonora.Co.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) mengevaluasi sistem pengawasan dan pengasuhan siswa Sekolah Rakyat menyusul kejadian yang melibatkan siswa di Pati, Jawa Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di lingkungan sekolah berasrama.

Plt. Kepala Pusdiklatbangprov Kementerian Sosial, Afrizon Tandjung, memastikan kedua peristiwa tersebut telah mendapatkan penanganan. Siswa yang mengalami luka juga telah memperoleh penanganan medis.

Afrizon menjelaskan, siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang beragam. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi ketika mereka mulai menjalani kehidupan bersama di asrama.

“Ada kesalahpahaman di antara siswa yang memiliki kebiasaan dan latar belakang berbeda. Dalam interaksi antarsiswa terjadi kontak yang mengakibatkan adanya luka. Anak yang mengalami luka sudah mendapatkan penanganan dari tim medis,” kata Afrizon, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Afrizon, pihak sekolah telah berkomunikasi dan bertemu dengan orang tua siswa untuk mencari solusi terbaik dengan tetap mengutamakan kepentingan serta masa depan anak-anak.

“Sekolah dan orang tua sedang berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin semua persoalan ditangani dengan baik, dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan anak,” ujarnya.

Ia menegaskan, tindakan yang mengakibatkan siswa terluka tidak dapat dibenarkan, apa pun latar belakang kejadiannya. Karena itu, pengawasan dan pendampingan terhadap siswa, terutama dalam kehidupan berasrama, perlu terus diperkuat.

“Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan langkah-langkah pencegahan. Kami akan terus mencari jalan keluar, memperbaiki sistem pengawasan, dan meningkatkan kualitas pengasuhan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Afrizon menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun karakter, belajar hidup bersama, memahami perbedaan, dan menghargai sesama.

Untuk mendukung proses tersebut, tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama didorong meningkatkan pendampingan agar siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara aman dan nyaman.

“Anak-anak ini sedang belajar hidup bersama, belajar memahami perbedaan, dan membangun kebiasaan baru. Tugas kita adalah membimbing mereka dengan sabar, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi semuanya,” kata Afrizon.

Ia juga mengingatkan semua pihak agar menjaga privasi anak-anak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Perlindungan terhadap identitas dan masa depan siswa dinilai penting agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang tanpa dibayangi pengalaman yang telah terjadi.

“Sekolah Rakyat hadir untuk menjaga harapan dan masa depan anak-anak. Karena itu, setiap persoalan harus kita selesaikan dengan baik, setiap kekurangan harus kita perbaiki, dan setiap anak harus tetap kita lindungi,” kata Afrizon.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos