Pasien Khoiri Jalani Implantasi LVAD, Catat Tonggak Baru Penanganan Gagal Jantung di Indonesia
29 September 2026 20:45 WIB
Riko Marbun
Photo: Kiri - Kanan: 1. Ibu Risa Amalia - Istri Pasien 2. Bapak Choir Syairfuddin Siregar - Pasien 3. dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA 4. dr. Dion Haryadi/Ist.
Jakarta, Sonora.Co.ID - Pasien laki-laki berusia 44 tahun, Khoiri, menjalani prosedur implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) atau alat bantu pompa jantung mekanis untuk menangani gagal jantung stadium lanjut.
Prosedur tersebut menjadi bagian dari pencapaian baru dalam layanan penanganan gagal jantung di Indonesia. Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC) berhasil melakukan dua prosedur implantasi LVAD dalam waktu kurang dari satu bulan.
LVAD merupakan perangkat mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, ruang utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis, LVAD dapat menjadi salah satu pilihan terapi ketika pengobatan medis optimal tidak lagi memadai.
Pada pasien yang sesuai, terapi LVAD dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, serta kelangsungan hidup.
Kebutuhan terhadap terapi lanjutan untuk penyakit jantung masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85 persen secara nasional atau diperkirakan setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk.
Siloam Hospitals Kebon Jeruk kemudian mengembangkan Advanced Heart Failure Center sebagai pusat layanan multidisiplin bagi pasien gagal jantung stadium lanjut. Layanan tersebut mencakup diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi lanjutan berbasis alat seperti LVAD.
Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, mengatakan pengembangan layanan tersebut ditujukan agar pasien di Indonesia memiliki akses terhadap teknologi dan keahlian medis untuk penanganan gagal jantung stadium lanjut.
“Menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia dengan Advanced Heart Failure Center bukanlah gelar yang kami kejar, melainkan wujud dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan penanganan gagal jantung stadium lanjut yang komprehensif di Indonesia. Kami ingin pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan ke luar negeri,” ujar Inge.
Setelah prosedur pertama dilakukan terhadap Khoiri menggunakan HeartMate 3™ LVAD dari Abbott, tim medis kembali melakukan implantasi LVAD pada pasien kedua dalam waktu kurang dari satu bulan.
Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, MARS, mengatakan keberhasilan dua prosedur dalam waktu berdekatan menunjukkan kesiapan tim dan sistem dalam memberikan layanan tersebut secara berkelanjutan.
“Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun. Ini bukan sekadar tentang berhasil melakukan sebuah prosedur, tetapi tentang memastikan bahwa kami memiliki kesiapan untuk memberikan layanan ini secara berkelanjutan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan,” kata dr. Melissa.
Implantasi LVAD merupakan prosedur kompleks yang membutuhkan kolaborasi multidisiplin, termasuk dokter spesialis jantung serta dokter bedah toraks dan kardiovaskular.
Prosedur tersebut didukung tim medis yang terdiri dari dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K), dan dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K). Tim juga menjalani pelatihan intensif bersama ahli LVAD internasional untuk mempersiapkan pelaksanaan prosedur tersebut.
dr. Leonardo mengatakan LVAD memberikan pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, terutama bagi pasien yang memiliki keterbatasan pilihan untuk menjalani transplantasi jantung.
“Ada suara paling menenangkan yang pernah saya dengar sebagai dokter jantung yaitu detak yang kembali stabil setelah nyaris berhenti. Dalam sebulan terakhir, saya mendengarnya dua kali. Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung,” ujar dr. Leonardo.
Perangkat HeartMate 3™ LVAD yang digunakan dalam prosedur tersebut merupakan teknologi generasi terbaru dengan *Full MagLev™ Flow Technology*. Berdasarkan data uji klinis MOMENTUM 3, tingkat kelangsungan hidup lima tahun tercatat 58,4 persen.
Terapi LVAD juga tercantum dalam rekomendasi kelas 1A dalam pedoman AHA/ACC/HFSA, yang merupakan klasifikasi rekomendasi tertinggi dalam pedoman tersebut.
Pencapaian dua prosedur implantasi LVAD ini diumumkan bertepatan dengan peringatan World Heart Day 2026 pada 29 September. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema global “Don’t Miss a Beat” yang menekankan pentingnya setiap detak jantung dan kesempatan untuk terus menjalani kehidupan.
Melalui layanan Advanced Heart Failure Center, pasien gagal jantung stadium lanjut mendapatkan pilihan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives