Presiden Takziah ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
29 September 2026 11:16 WIB
Liliek
Photo: Istimewa (Said Abdullah)
Jakarta, Sonora.co.id - Presiden Republik Indonesia menyempatkan diri bertakziah ke kediaman Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2026) sekitar pukul 17.45 WIB. Kehadiran Presiden menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa secara langsung atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Presiden hadir didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya. Setibanya di Teuku Umar, Presiden disambut langsung oleh Megawati Soekarnoputri yang didampingi Ketua DPR Puan Maharani.
Kunjungan tersebut dilakukan karena Presiden belum sempat hadir secara langsung saat almarhum Guruh Soekarnoputra disemayamkan maupun pada prosesi pemakaman. Kesibukan agenda pemerintahan dan tugas-tugas kenegaraan yang padat membuat kesempatan itu baru dapat dilakukan beberapa hari setelah kepergian putra Bung Karno tersebut.
“Bapak Presiden datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Ibu Megawati dan keluarga atas wafatnya Mas Guruh Soekarnoputra,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah.
Kepergian Guruh Soekarnoputra yang terjadi secara mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat luas. Karena itu, Presiden merasa penting untuk hadir secara langsung menyampaikan simpati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nuansa kemanusiaan. Presiden dan Megawati yang telah lama menjalin hubungan persahabatan tampak berbincang secara personal sembari saling memberikan doa.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mendoakan agar almarhum Guruh Soekarnoputra memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal dan pengabdiannya diterima.
“Bapak Presiden mendoakan agar arwah Mas Guruh Soekarnoputra diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkap Said,
Megawati juga menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.
“Ibu Megawati turut mendoakan agar Bapak Presiden selalu diberikan berkah kesehatan dan dapat menjalankan tugas-tugas kepemimpinan nasional dengan sebaik-baiknya,” imbuh Said.
Menurut Said, pertemuan tersebut sepenuhnya bersifat kekeluargaan dan berfokus pada silaturahmi serta ungkapan belasungkawa. Tidak ada pembahasan mengenai isu-isu politik maupun agenda kenegaraan lainnya.
“Pertemuan ini sangat personal. Beliau berdua saling mendoakan dan menjaga silaturahmi sebagai sahabat. Tidak ada pembicaraan politik,” tegas Said.
Suasana syahdu yang menyelimuti pertemuan itu semakin memperlihatkan eratnya hubungan personal antara kedua tokoh. Bagi Megawati, kehadiran Presiden di tengah suasana duka menjadi perhatian yang sangat berarti.
“Sebagai sahabat, tentu Ibu Megawati sangat terharu atas perhatian dan ketulusan Bapak Presiden yang datang langsung untuk menyampaikan duka cita,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut menjadi simbol penghormatan, empati, dan persahabatan yang tetap terjaga di tengah kesibukan tugas negara, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan silaturahmi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden hadir didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Tedy Indra Wijaya. Setibanya di Teuku Umar, Presiden disambut langsung oleh Megawati Soekarnoputri yang didampingi Ketua DPR Puan Maharani.
Kunjungan tersebut dilakukan karena Presiden belum sempat hadir secara langsung saat almarhum Guruh Soekarnoputra disemayamkan maupun pada prosesi pemakaman. Kesibukan agenda pemerintahan dan tugas-tugas kenegaraan yang padat membuat kesempatan itu baru dapat dilakukan beberapa hari setelah kepergian putra Bung Karno tersebut.
“Bapak Presiden datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Ibu Megawati dan keluarga atas wafatnya Mas Guruh Soekarnoputra,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah.
Kepergian Guruh Soekarnoputra yang terjadi secara mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat luas. Karena itu, Presiden merasa penting untuk hadir secara langsung menyampaikan simpati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan.Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nuansa kemanusiaan. Presiden dan Megawati yang telah lama menjalin hubungan persahabatan tampak berbincang secara personal sembari saling memberikan doa.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mendoakan agar almarhum Guruh Soekarnoputra memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal dan pengabdiannya diterima.
“Bapak Presiden mendoakan agar arwah Mas Guruh Soekarnoputra diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkap Said,
Megawati juga menyampaikan doa dan harapan terbaik bagi Presiden agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.
“Ibu Megawati turut mendoakan agar Bapak Presiden selalu diberikan berkah kesehatan dan dapat menjalankan tugas-tugas kepemimpinan nasional dengan sebaik-baiknya,” imbuh Said.
Menurut Said, pertemuan tersebut sepenuhnya bersifat kekeluargaan dan berfokus pada silaturahmi serta ungkapan belasungkawa. Tidak ada pembahasan mengenai isu-isu politik maupun agenda kenegaraan lainnya.
“Pertemuan ini sangat personal. Beliau berdua saling mendoakan dan menjaga silaturahmi sebagai sahabat. Tidak ada pembicaraan politik,” tegas Said.
Suasana syahdu yang menyelimuti pertemuan itu semakin memperlihatkan eratnya hubungan personal antara kedua tokoh. Bagi Megawati, kehadiran Presiden di tengah suasana duka menjadi perhatian yang sangat berarti.
“Sebagai sahabat, tentu Ibu Megawati sangat terharu atas perhatian dan ketulusan Bapak Presiden yang datang langsung untuk menyampaikan duka cita,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut menjadi simbol penghormatan, empati, dan persahabatan yang tetap terjaga di tengah kesibukan tugas negara, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan silaturahmi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives