Warga RW 06 Srengseng Sawah Pilah Sampah Sejak Cuci Piring
28 September 2026 16:48 WIB
Lia Muspiroh
Photo: DLH DKI Jakarta bagikan ember pilah sampah organik, Senin (28/09/2026). Sumber: Humas DLH DKI Jakarta
Sonora.co.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup membagikan ember untuk pilah sampah organik di RW 06 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (28/09/2026). Ember tersebut didapatkan dari kolaborasi dengan pihak swasta. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari mengatakan RW 06 Srengseng Sawah dijadikan percontohan atau pilot project yang dirancang sebagai model pengelolaan sampah berbasis kawasan permukiman, yaitu pengelolaan sejak dari sumber.
"Warga memilah, sampah dikumpulkan dan diangkut secara terpilah, kemudian diarahkan ke pengolahan sesuai jenisnya." Katanya.
Purwanti merinci, ada lebih dari 400 rumah yang akan diedukasi door to door, bagaimana sampah dipilah dan dikelola. Edukasi melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi. Pendampingan dilakukan di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11. Warga mendapatkan edukasi sekaligus sarana untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik, terutama sisa makanan, kemudian dikumpulkan dan diangkut secara terpisah menuju fasilitas pengolahan agar tidak kembali tercampur.
Nita, salah satu warga yang ditemui di RW 06 Srengseng Sawah menuturkan, dirinya sudah lama melakukan pilah sampah. Biasanya dimulai dari setelah mencuci piring, sampah organik sisa makanan akan dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik atau botol.
"Biasanya kita kalau pas habis cuci piring tuh suka ada sisa-sisa nasi atau pas kita lagi masak ada sisa sayuran, kulit-kulit buah itu dipisah sama saya. Terus kalau buat yang plastik-plastik itu kayak bekas-bekas sabun, bekas bumbu-bumbu, yang plastik-plastik itu dipisah juga" Jelas Nita.
Ia menilai, program pilah sampah ini sangat baik dan fasilitas berupa tong atau kantong berbeda memberikan kemudahan untuk proses pemilahan sampah. Untuk pengangkutan sampah organik biasanya dilakukan selama 2 hari sekali, sementara sampah anorganik diangkut sekitar seminggu sekali.
Nita membagikan langkah mudah yang biasa dilakukannya untuk memilah sampah dari rumah:
1. Dimulai dari saat mencuci piring, sisa-sisa makanan atau masakan dipisahkan ke dalam kantong berbeda dengan sampah lainnya.
2. Kantong sampah organik tersebut dipisahkan dan akan diangkut oleh petugas angkut setiap dua hari sekali.
3. Sampah anorganik seperti plastik dimasukkan dalam kantong/tong sampah berbeda, sampah anorganik akan diangkut oleh petugas dalam waktu sekitar satu minggu sekali
Nita dan warga RW 06 Srengseng Sawah lainnya melakukan hal tersebut telah lama, sejak instruksi gubernur soal pilah sampah mulai dibahas dan diberlakukan. Ia berharap, tak hanya di wilayah Srengseng Sawah saja yang makin digencarkan pilah sampah, tapi juga di wilayah-wilayah lain di Jakarta.
"Warga memilah, sampah dikumpulkan dan diangkut secara terpilah, kemudian diarahkan ke pengolahan sesuai jenisnya." Katanya.
Purwanti merinci, ada lebih dari 400 rumah yang akan diedukasi door to door, bagaimana sampah dipilah dan dikelola. Edukasi melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi. Pendampingan dilakukan di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11. Warga mendapatkan edukasi sekaligus sarana untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah organik, terutama sisa makanan, kemudian dikumpulkan dan diangkut secara terpisah menuju fasilitas pengolahan agar tidak kembali tercampur.
Nita, salah satu warga yang ditemui di RW 06 Srengseng Sawah menuturkan, dirinya sudah lama melakukan pilah sampah. Biasanya dimulai dari setelah mencuci piring, sampah organik sisa makanan akan dipisahkan dari sampah anorganik seperti plastik atau botol.
"Biasanya kita kalau pas habis cuci piring tuh suka ada sisa-sisa nasi atau pas kita lagi masak ada sisa sayuran, kulit-kulit buah itu dipisah sama saya. Terus kalau buat yang plastik-plastik itu kayak bekas-bekas sabun, bekas bumbu-bumbu, yang plastik-plastik itu dipisah juga" Jelas Nita.
Ia menilai, program pilah sampah ini sangat baik dan fasilitas berupa tong atau kantong berbeda memberikan kemudahan untuk proses pemilahan sampah. Untuk pengangkutan sampah organik biasanya dilakukan selama 2 hari sekali, sementara sampah anorganik diangkut sekitar seminggu sekali.
Nita membagikan langkah mudah yang biasa dilakukannya untuk memilah sampah dari rumah:
1. Dimulai dari saat mencuci piring, sisa-sisa makanan atau masakan dipisahkan ke dalam kantong berbeda dengan sampah lainnya.
2. Kantong sampah organik tersebut dipisahkan dan akan diangkut oleh petugas angkut setiap dua hari sekali.
3. Sampah anorganik seperti plastik dimasukkan dalam kantong/tong sampah berbeda, sampah anorganik akan diangkut oleh petugas dalam waktu sekitar satu minggu sekali
Nita dan warga RW 06 Srengseng Sawah lainnya melakukan hal tersebut telah lama, sejak instruksi gubernur soal pilah sampah mulai dibahas dan diberlakukan. Ia berharap, tak hanya di wilayah Srengseng Sawah saja yang makin digencarkan pilah sampah, tapi juga di wilayah-wilayah lain di Jakarta.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives