Rano Karno Lepas Guruh Soekarnoputra: “Panggung Dunia Menutup Tirainya, Karyanya Tak Akan Pernah Mati”

26 September 2026 23:43 WIB
Liliek
Photo: PDI Perjuangan Media Center

Jakarta, Sonora.co.id – Langit Jakarta seakan ikut muram ketika ratusan pelayat memenuhi kediaman almarhum Guruh Irianto Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026). Duka bukan hanya dirasakan oleh keluarga besar Bung Karno, melainkan juga oleh bangsa Indonesia yang kehilangan salah satu penjaga kebudayaan paling berpengaruh dalam sejarah modern negeri ini.

Di rumah duka yang dipenuhi tokoh nasional, seniman, sahabat, dan masyarakat umum, suasana hening menyelimuti prosesi penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya bagi seni dan budaya Indonesia. Hadir dalam kesempatan tersebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.

Momen paling mengharukan terjadi sesaat setelah Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memimpin salat jenazah. Di hadapan para pelayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dipercaya mewakili keluarga besar Bung Karno untuk menyampaikan pesan perpisahan kepada almarhum Guruh Soekarnoputra.

Dengan suara yang beberapa kali tertahan oleh emosi, Rano membuka sambutannya dengan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pelayat yang hadir.

“Terima kasih karena telah datang bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perpisahan, tetapi untuk mengantarkan seorang saudara, seorang sahabat, seorang seniman, seorang anak bangsa, sampai ke ujung perjalanan hidupnya,” ujar Rano Karno.

Kalimat itu seketika membuat suasana semakin haru. Banyak pelayat tampak menundukkan kepala, mengikuti setiap kata yang disampaikan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal sebagai maestro seni lintas generasi.

Mewakili keluarga, Rano juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia apabila selama hidupnya Guruh pernah memiliki kekhilafan, baik dalam ucapan maupun tindakan yang mungkin meninggalkan luka bagi orang lain.

Namun bagi keluarga maupun bangsa Indonesia, kepergian Guruh dinilai jauh lebih besar daripada sekadar kehilangan seorang anggota keluarga. Indonesia, kata Rano, tengah kehilangan seorang penjaga memori budaya yang selama hidupnya tak pernah berhenti memperjuangkan identitas bangsa melalui karya-karya seni.

“Sejak kecil, hidup Mas Guruh seolah telah menemukan bahasanya sendiri lewat seni. Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia. Dan cinta Mas Guruh kepada Indonesia bukanlah cinta yang berisik dan gaduh,” tuturnya.

Bagi banyak orang, Guruh memang bukan hanya seorang komponis, koreografer, atau budayawan. Ia adalah sosok yang mampu menjembatani tradisi dengan modernitas. Melalui lagu, tarian, pertunjukan, dan berbagai karya budaya lainnya, Guruh menghadirkan wajah Indonesia yang berakar kuat pada tradisi namun tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Rano menegaskan bahwa kecintaan Guruh kepada Tanah Air tidak diwujudkan melalui pidato atau slogan. Sebaliknya, ia menerjemahkan nasionalisme ke dalam karya-karya yang hidup dan mampu berbicara lintas generasi.

“Di tangan Mas Guruh, seni tradisional tidak pernah terasa tua, dan yang modern tidak pernah harus kehilangan akarnya,” kata Rano.

Pernyataan tersebut menggambarkan peran besar Guruh dalam menjaga kesinambungan budaya Indonesia. Melalui berbagai karya monumental yang lahir sepanjang hidupnya, Guruh menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan identitas. Justru dari akar budaya yang kuat, sebuah bangsa dapat melangkah lebih percaya diri menuju masa depan.

Menurut Rano, pesan yang selalu ingin diwariskan Guruh kepada generasi muda sangat sederhana namun mendalam.

“Mas Guruh seperti hendak berkata kepada generasi setelahnya: silakan berjalan sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jangan pernah malu kepada jalan yang membawa kita berasal.”imbuh Rano Karno.

Pesan itu menjadi refleksi penting di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial. Guruh sepanjang hidupnya dikenal konsisten mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai sumber inspirasi utama dalam berkarya.

Menjelang akhir sambutan, suasana duka mencapai puncaknya ketika Rano Karno menyampaikan kalimat perpisahan yang menggambarkan perjalanan panjang seorang seniman besar yang kini telah menyelesaikan tugasnya di dunia.

Menurutnya, penghargaan tertinggi bagi seorang seniman bukanlah deretan piala, medali, ataupun penghormatan resmi. Penghargaan terbesar adalah ketika karya-karyanya tetap hidup dan terus menginspirasi setelah dirinya tiada.

Keyakinan itu pula yang membuat keluarga besar Bung Karno percaya bahwa Guruh Soekarnoputra tidak akan pernah benar-benar pergi. Tubuhnya mungkin telah berhenti berkarya, namun gagasan, semangat, dan warisan budayanya akan terus hidup dalam setiap nada, tarian, dan panggung seni Indonesia.

“Panggung dunia perlahan menutup tirainya. Tetapi percayalah, tepuk tangan untuk perjalanan hidup Mas Guruh tidak akan berhenti hari ini. Selamat jalan, Mas Guruh. Pulanglah dengan tenang. Di sini, kami akan menjaga nyala yang pernah Mas hidupkan,” pungkas Rano Karno.

Lantunan Al-Fatihah kemudian menggema dari para pelayat yang hadir. Dalam keheningan itu, Indonesia seolah mengucapkan salam perpisahan kepada seorang putra bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga jiwa kebudayaan negeri ini.

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan warisan yang jauh lebih besar: keyakinan bahwa budaya adalah identitas bangsa yang harus dirawat, diperjuangkan, dan diwariskan. Sosoknya mungkin telah menutup babak kehidupan di dunia, tetapi karya dan pengaruhnya akan terus bergaung dalam perjalanan panjang Indonesia menuju masa depan.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos