Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya AI Berpusat pada Manusia

18 September 2026 14:19 WIB
Riko Marbun
Photo: Istimewa
Tangerang, Sonora.Co.ID - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya penerapan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia untuk memperkuat daya saing nasional dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Menurut Yassierli, perkembangan teknologi dan AI membawa perubahan terhadap struktur pekerjaan sekaligus kebutuhan kompetensi tenaga kerja. Karena itu, pemanfaatan AI perlu diiringi strategi pengembangan kapasitas manusia agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam sesi Grand Keynote bertajuk Closing the ASEAN Gap: A 'People Centered' Policy Framework for National Competitiveness pada Indonesia Human Capital & Beyond Summit (IHCBS) 2026, yang berlangsung pada 15–16 September 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.

Dalam forum bertema Harnessing Human-Centric AI and Digitalization to Unlock Next-Level Productivity tersebut, Yassierli memperkenalkan empat prinsip People-Centric AI yang perlu diperhatikan dalam penerapan teknologi di dunia kerja.

Keempat prinsip tersebut meliputi penguatan kemampuan manusia, pelibatan pekerja dalam proses transformasi, pemeliharaan kendali manusia, serta persiapan tenaga kerja dalam menghadapi perubahan.

Yassierli menilai, AI tidak semata-mata digunakan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Perkembangan teknologi juga menciptakan cara kerja baru dan mengubah tuntutan kompetensi di dunia kerja.

“Rather than simply replacing job, AI is reshaping them in fundamentally different ways,” ujar Yassierli.

Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan CHRO Bridgestone Asia Pacific Paul Choo dalam sesi Best Practices of Human Centric Practices: an Asia Pacific Perspective. Paul menjelaskan bahwa AI dapat menjadi enabler untuk mendesain ulang pekerjaan dan organisasi.

Menurut Paul, transformasi berbasis AI perlu mencakup peningkatan kapasitas tenaga kerja, transformasi fungsi sumber daya manusia, desain ulang pekerjaan dan alur kerja, serta perubahan budaya dan kepemimpinan.

“AI doesn’t simply change jobs. It changes how workflows through the organizations. You need to redesign around Human and AI,” kata Paul.

Perspektif penguatan kapasitas manusia juga disampaikan Managing Director HC Danantara Aset Manajemen Agus Dwi Handaya melalui pendekatan PeopleMath. Ia menilai, pengukuran kinerja tidak cukup hanya berfokus pada angka, tetapi juga perlu memperhatikan pertumbuhan manusia dan nilai yang diwariskan dalam organisasi.

“Angka menunjukkan apa yang kita capai, manusia yang bertumbuh menunjukkan apa yang kita wariskan,” ujar Agus.

Sementara itu, pembahasan pada hari kedua IHCBS 2026 menyoroti pentingnya human ingenuity atau daya cipta manusia dalam menghadapi perkembangan AI. Tokoh manajemen sumber daya manusia Dave Ulrich menilai, keunggulan talenta tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun visi, berinovasi, memahami hubungan sosial, dan mengambil keputusan secara bijaksana.

Dampak AI terhadap kesempatan kerja turut dibahas dalam forum tersebut. Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan Estiarty Haryani menegaskan bahwa AI tidak secara otomatis mengurangi kesempatan kerja. Namun, perubahan teknologi tetap perlu diantisipasi melalui identifikasi dan pengembangan kompetensi baru.

“AI sebagai salah satu tools dan tidak automatically mengurangi kesempatan kerja tetapi kita perlu meng-counter kemungkinan ini terjadi. Perlu mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk menjawab perubahan teknologi untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Estiarty.

IHCBS 2026 mempertemukan sekitar 6.000 peserta dan lebih dari 70 pembicara nasional maupun internasional dari sektor swasta, pemerintahan, akademisi, serta praktisi human capital. Forum ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas di era AI tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta, kepemimpinan, budaya organisasi, dan kemampuan manusia beradaptasi terhadap perubahan.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos