Deddy Sitorus: "Ada Pesan dalam Pidato Politik AHY"
09 September 2026 21:42 WIB
Liliek
Photo: Politisi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus (Media Center PDIP)
Jakarta, Sonora.co.id - Dinamika politik nasional kembali menghangat setelah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pidato politik yang menyinggung soal “temporary kekuasaan”. Pidato tersebut memicu beragam tafsir, termasuk dari Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai hal itu sebagai sinyal pencalonan AHY di Pilpres 2029.
Menanggapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, memberikan pandangan resmi yang menekankan perlunya membaca konteks politik di balik pernyataan AHY.
"Menurut saya pernyataan AHY 'bahwa kekuasaan tidak selamanya dan berbatas waktu' bisa ditafsir sebagai sesuatu yang normatif dan biasa saja. Kalau cara pandangnya normatif tentu tidak ada yang harus dipersoalkan. Tetapi masalahnya adalah bahwa itu adalah pidato politik dan tentu punya konteks dan tujuan politik tertentu pula." dalam keterang tertulisnya.
Dari sudut pandang politik, menurut Deddy, pernyataan itu bisa ditafsir sebagai pesan kepada koalisi atau lembaga pemerintahan, bahkan sebagai sinyal ketidakpuasan terhadap situasi internal.
”Tinggal dilihat apakah ada sinyal-sinyal ketidakpuasan atau kekecewaan dari AHY atau partainya terhadap pengelolaan kekuasaan pemerintahan saat ini. Saya tidak berani menebak-nebak. Tinggal dicek seberapa sering AHY sebagai Menteri atau Ketua Umum Parpol berkomunikasi atau berinteraksi dengan Presiden." Ujar Deddy.
Ia menambahkan, tafsir lain bisa melihat pernyataan AHY sebagai seruan kepada koalisi partai untuk mulai memikirkan peta jalan menuju Pemilu 2029, atau pesan khusus kepada Presiden agar Demokrat diperhitungkan dalam kontestasi mendatang.
” Sangat bisa dipahami jika kemudian AHY/Demokrat menyimpulkan sekarang ini sebagai momentum yang tepat untuk masuk dalam kancah pertarungan politik menuju 2029. Bagaimana peluang AHY saya kurang tahu, tetapi kalau melihat survei, beliau perlu kerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan. Terutama untuk mengejar ketertinggalan terhadap berbagai tokoh yang sudah muncul dalam radar survei seperti KDM dan Prabowo sendiri." Jelas Deddy.
Deddy juga menyoroti tren kepuasan publik terhadap pemerintah dan Presiden yang menurun. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi alasan Demokrat melihat momentum tepat untuk masuk ke gelanggang politik menuju 2029.
Sikap PDI Perjuangan Menghadapi Kontestasi 2029
Sementara itu, terkait sikap PDI Perjuangan menghadapi kontestasi 2029, Deddy menegaskan partainya memilih fokus pada kerja konkret bagi rakyat dan konsolidasi internal. Ia menilai terlalu dini membicarakan pilpres atau pemilu ketika pemerintahan belum mencapai setengah periode. PDIP, lanjutnya, lebih percaya pada kekuatan kolektif partai dan dukungan akar rumput daripada sekadar elektabilitas calon.
"Pemilu masih jauh, kita memilih fokus pada kerja-kerja konkret bagi rakyat dan konsolidasi partai secara berkelanjutan. Menurut kami terlalu pagi untuk bicara kontestasi pilpres atau pemilu saat usia pemerintahan bahkan belum mencapai setengah periode. Kami juga lebih percaya kekuatan kolektif partai dan dukungan akar rumput dari pada sekadar elektabilitas calon." Pungkasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives