Indonesia Calon Anggota Dewan ICAO 2026
01 September 2026 18:33 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas dan Umum, Direktorat Perhubungan Udara
Jakarta, Sonora.Co.ID - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengumumkan pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 43rd Extraordinary Assembly 2026, Senin (31/8/2026).
Pencalonan tersebut menjadi langkah strategis Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusi dalam tata kelola penerbangan sipil internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang di Dewan ICAO. Indonesia pernah menjadi anggota Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut pada 1962 hingga 2001.
Menurut Lukman, peluang Indonesia untuk kembali menduduki kursi Dewan ICAO semakin terbuka seiring bertambahnya jumlah anggota Dewan dari 36 menjadi 40 negara.
“Pencalonan ini adalah momentum strategis bagi Indonesia untuk kembali hadir di meja pengambilan keputusan penerbangan sipil dunia. Rekam jejak kita sebagai anggota Dewan ICAO selama 12 periode berturut-turut sejak 1962 hingga 2001 menjadi modal kepercayaan diri, dan perluasan keanggotaan Dewan ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk berkontribusi kembali,” ujar Lukman.
Peran Strategis Indonesia di Penerbangan Internasional
Pencalonan Indonesia didasarkan pada kepentingan, kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak Indonesia dalam penerbangan sipil internasional.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki posisi strategis di antara Samudra Pasifik dan Hindia. Sektor penerbangan berperan penting dalam menjaga konektivitas nasional sekaligus menghubungkan Indonesia dengan dunia.
Hingga semester pertama 2026, sektor penerbangan Indonesia telah melayani 24,9 juta penumpang domestik dan 18,5 juta penumpang internasional melalui 257 bandar udara.
Layanan tersebut didukung oleh 297 rute domestik dan 160 rute internasional yang dioperasikan oleh 14 maskapai nasional dan 59 maskapai asing.
Kinerja Keselamatan Penerbangan Indonesia
Dari aspek keselamatan penerbangan, Indonesia mencatat Effective Implementation sebesar 78,85 persen berdasarkan audit ICAO Universal Safety Oversight Audit Programme* (USOAP).
Capaian tersebut berada di atas rata-rata global sebesar 70,6 persen dan rata-rata Asia Pasifik sebesar 69,6 persen.
Sementara dalam audit keamanan penerbangan ICAO Universal Security Audit Programme (USAP), Indonesia mencatat capaian 88,53 persen, atau melampaui target global sebesar 75 persen.
“*Effective Implementation* kita di audit ICAO USOAP tercatat 78,85 persen, di atas rata-rata global maupun Asia Pasifik. Pada audit keamanan ICAO USAP, capaian kita 88,53 persen, jauh melampaui target global 75 persen,” jelas Lukman.
Indonesia Aktif Berkontribusi di ICAO
Selain kinerja keselamatan dan keamanan penerbangan, Indonesia juga aktif berkontribusi dalam komunitas penerbangan internasional melalui program Indonesia-ICAO Developing Countries Training Programme.
Melalui program tersebut, Indonesia telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 80 negara anggota ICAO, termasuk negara-negara di kawasan Pasifik dan Afrika.
Indonesia juga meraih status Platinum Member ICAO TRAINAIR PLUS melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Dalam pencalonan sebagai anggota Dewan ICAO, Indonesia membawa visi “Bridging Regions, Strengthening Global Aviation”. Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai wakil Asia Pasifik dalam mendorong dialog dan kerja sama antarkawasan.
Indonesia juga mendorong kebijakan ICAO yang berimbang dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan sistem penerbangan global yang inklusif.
Lukman menegaskan, pencalonan Indonesia bukan hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh ekosistem penerbangan nasional.
“Pencalonan ini bukan sekadar upaya pemerintah, melainkan pencalonan seluruh ekosistem penerbangan Indonesia. Kami mengajak kementerian/lembaga, maskapai, pengelola bandar udara, penyelenggara navigasi penerbangan, hingga seluruh pemangku kepentingan penerbangan untuk bersama-sama mendukung langkah ini,” tuturnya.
Kementerian Perhubungan berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan penerbangan nasional dan internasional dapat mengantarkan Indonesia kembali dipercaya sebagai anggota Dewan ICAO.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives