Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Terima Pembiayaan Program KUR dan Non KUR
01 September 2026 17:47 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Istimewa
Sonora.co.id, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyaksikan langsung penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 orang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (01/09/2026). Pembiayaan tersebut menggunakan program kredit usaha rakyat (KUR) dan Non-KUR bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.
"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano Karno.
Ia pun optimistis dukungan dana permodalan ini akan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati, sehingga nantinya mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Rano Karno menjelaskan, selain 100 orang yang telah melakukan akad kredit massal dari total lebih 5.000 pelaku usaha yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan bagi 167 pedagang dengan besaran nominal mencapai sekitar Rp 48 miliar.
"Kegiatan akad kredit massal yang dilaksanakan ini bakal menarik minat lebih banyak pedagang di Pasar Kramat Jati untuk mengikuti program pembiayaan bagi UMKM dari Bank Jakarta. Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," tegasnya.
Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan roda distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi para pedagang untuk mengembangkan usaha. Salah satunya melalui dukungan modal yang diperoleh dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta.
Pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Rosmani Sitohang mengaku merasakan langsung manfaat program pembiayaan tersebut. Rosmani mengatakan, dirinya telah menekuni usaha perdagangan bawang merah sejak 2015. Dalam perjalanan usahanya, ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp108 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan memperbesar perputaran perdagangan bawang merah. Hasilnya, keuntungan yang diperolehnya kini meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," ujar Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (01/09/2026).
Ia berharap program pembiayaan yang digulirkan Bank Jakarta dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar. Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk menjaga kelangsungan sekaligus mengembangkan usaha.
"Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pedagang. Harapannya bisa terus berlanjut," katanya.
"Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati ini. Ini penting sekali, karena pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha," ujar Rano Karno.
Ia pun optimistis dukungan dana permodalan ini akan meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati, sehingga nantinya mereka bisa mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf kesejahteraan. Rano Karno menjelaskan, selain 100 orang yang telah melakukan akad kredit massal dari total lebih 5.000 pelaku usaha yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta telah menyalurkan program pembiayaan bagi 167 pedagang dengan besaran nominal mencapai sekitar Rp 48 miliar.
"Kegiatan akad kredit massal yang dilaksanakan ini bakal menarik minat lebih banyak pedagang di Pasar Kramat Jati untuk mengikuti program pembiayaan bagi UMKM dari Bank Jakarta. Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain," tegasnya.
Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menggerakkan roda distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi para pedagang untuk mengembangkan usaha. Salah satunya melalui dukungan modal yang diperoleh dari Program Pembiayaan Pedagang Pasar Bank Jakarta.
Pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Rosmani Sitohang mengaku merasakan langsung manfaat program pembiayaan tersebut. Rosmani mengatakan, dirinya telah menekuni usaha perdagangan bawang merah sejak 2015. Dalam perjalanan usahanya, ia memperoleh pembiayaan modal dari Bank Jakarta sebesar Rp108 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan memperbesar perputaran perdagangan bawang merah. Hasilnya, keuntungan yang diperolehnya kini meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat," ujar Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (01/09/2026).
Ia berharap program pembiayaan yang digulirkan Bank Jakarta dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar. Menurutnya, akses permodalan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pedagang untuk menjaga kelangsungan sekaligus mengembangkan usaha.
"Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh pedagang. Harapannya bisa terus berlanjut," katanya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives