Atasi Sumber Air Kering, 12.880 Personel dan Sumur Bor Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalimantan
21 Agustus 2026 22:27 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: dok.Kementerian Kehutanan
Jakarta, Sonora.co.id - Pemerintah memperkuat operasi
penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, dan Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil seiring menyusutnya sumber
air permukaan akibat kondisi kering yang terus berlanjut.
Operasi pengendalian ini melibatkan unsur gabungan dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, hingga relawan.
"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Kalteng Jadi Fokus Utama
Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi terdampak. Wilayah Kalimantan Tengah menjadi titik konsentrasi terbesar dengan penempatan 10.700 personel. Sementara itu, Kalimantan Barat mengerahkan 1,410 personel dan Kalimantan Selatan menyiagakan 770 personel.
Tim di lapangan melakukan pemantauan titik panas (hotspot), patroli terpadu, penyekatan lokasi, hingga pemadaman darat dan pendinginan area rawan guna mencegah munculnya kembali api. Seluruh pergerakan personel dan alat utama seperti pompa, flexible tank, helikopter patroli, hingga pesawat water bombing dikendalikan melalui posko terpadu di masing-masing wilayah.
Kendala Sumber Air dan Ancaman Gambut
Menipisnya cadangan air permukaan menjadi tantangan utama operasi pemadaman saat ini. Untuk mengatasinya, pemerintah mulai membangun dan mengaktifkan sumur bor di titik-titik prioritas guna memperpendek jarak pengambilan air serta mempercepat pengisian alat pemadam.
Penyediaan sumber air ini menjadi krusial, terutama untuk penanganan di lahan gambut. Karakteristik gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah berisiko memicu kebakaran berulang jika pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Operasi pengendalian ini melibatkan unsur gabungan dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, hingga relawan.
"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Kalteng Jadi Fokus Utama
Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi terdampak. Wilayah Kalimantan Tengah menjadi titik konsentrasi terbesar dengan penempatan 10.700 personel. Sementara itu, Kalimantan Barat mengerahkan 1,410 personel dan Kalimantan Selatan menyiagakan 770 personel.
Tim di lapangan melakukan pemantauan titik panas (hotspot), patroli terpadu, penyekatan lokasi, hingga pemadaman darat dan pendinginan area rawan guna mencegah munculnya kembali api. Seluruh pergerakan personel dan alat utama seperti pompa, flexible tank, helikopter patroli, hingga pesawat water bombing dikendalikan melalui posko terpadu di masing-masing wilayah.
Kendala Sumber Air dan Ancaman Gambut
Menipisnya cadangan air permukaan menjadi tantangan utama operasi pemadaman saat ini. Untuk mengatasinya, pemerintah mulai membangun dan mengaktifkan sumur bor di titik-titik prioritas guna memperpendek jarak pengambilan air serta mempercepat pengisian alat pemadam.
Penyediaan sumber air ini menjadi krusial, terutama untuk penanganan di lahan gambut. Karakteristik gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah berisiko memicu kebakaran berulang jika pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives