Janji Negara Kawal Bantuan Hingga Tangan Warga Terdampak Bencana Gempa NTT
21 Agustus 2026 22:16 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: *dok BNPB
Jakarta, Sonora.co.id - Di balik gulungan tenda darurat dan
kecemasan akibat gempa susulan yang belum mereda, terdapat jiwa-jiwa
rentan—anak-anak, para ibu, hingga lansia—yang tengah menggantungkan harapan.
Memastikan mereka tetap hangat, kenyang, dan terlindungi menjadi fokus utama
penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa bumi yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/08/2026) lalu telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Dalam suasana panik dan duka, banyak keluarga memilih membangun posko pengungsian secara mandiri di lokasi-lokasi yang tersebar. Kondisi sebaran warga yang tidak terpusat ini menjadi tantangan besar di lapangan. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
"Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan nonpermakanan kita pastikan terpenuhi di sini,” ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari melalui pernyataan resmi, Kamis (20/8/2026).
Menjangkau Pengungsian Mandiri
Keberadaan anak-anak, ibu-ibu, dan lansia di lokasi-lokasi pengungsian mandiri memberikan perhatian ekstra bagi para petugas di lapangan. Pendataan bangunan rusak terus berjalan selaras dengan upaya penyelamatan kesejahteraan warga penyintas.
“Ini menjadi perhatian kita. Tentu saja, selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi,” tuturnya.
Pemerintah bergerak serentak atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) pagi, sebanyak 253 ton logistik berupa makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan harian lainnya telah dikirimkan untuk menyokong kehidupan para penyintas.
Rantai Kepedulian Tanpa Putus
Guna menjangkau seluruh titik pengungsian, dua pos pendukung logistik utama disiagakan di Labuan Bajo dan Maumere. Dari Labuan Bajo, urat nadi bantuan mengalir menuju Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara jaringan dari Maumere menyalurkan kepedulian ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Gelombang kepedulian masyarakat luas juga terus mengalir.
Hingga Rabu (19/8/2026) malam, tercatat sebanyak 646 ton donasi telah diterima dan siap disalurkan langsung kepada warga. Melalui kolaborasi BNPB dan BPBD di tingkat daerah, setiap ton logistik yang bergerak bukan sekadar angka, melainkan wujud solidaritas dan kehadiran negara untuk memastikan tak ada warga NTT yang merasa berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini.
Gempa bumi yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/08/2026) lalu telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Dalam suasana panik dan duka, banyak keluarga memilih membangun posko pengungsian secara mandiri di lokasi-lokasi yang tersebar. Kondisi sebaran warga yang tidak terpusat ini menjadi tantangan besar di lapangan. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan tetap sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
"Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan nonpermakanan kita pastikan terpenuhi di sini,” ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari melalui pernyataan resmi, Kamis (20/8/2026).
Menjangkau Pengungsian Mandiri
Keberadaan anak-anak, ibu-ibu, dan lansia di lokasi-lokasi pengungsian mandiri memberikan perhatian ekstra bagi para petugas di lapangan. Pendataan bangunan rusak terus berjalan selaras dengan upaya penyelamatan kesejahteraan warga penyintas.
“Ini menjadi perhatian kita. Tentu saja, selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi,” tuturnya.
Pemerintah bergerak serentak atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) pagi, sebanyak 253 ton logistik berupa makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta kebutuhan harian lainnya telah dikirimkan untuk menyokong kehidupan para penyintas.
Rantai Kepedulian Tanpa Putus
Guna menjangkau seluruh titik pengungsian, dua pos pendukung logistik utama disiagakan di Labuan Bajo dan Maumere. Dari Labuan Bajo, urat nadi bantuan mengalir menuju Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara jaringan dari Maumere menyalurkan kepedulian ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Gelombang kepedulian masyarakat luas juga terus mengalir.
Hingga Rabu (19/8/2026) malam, tercatat sebanyak 646 ton donasi telah diterima dan siap disalurkan langsung kepada warga. Melalui kolaborasi BNPB dan BPBD di tingkat daerah, setiap ton logistik yang bergerak bukan sekadar angka, melainkan wujud solidaritas dan kehadiran negara untuk memastikan tak ada warga NTT yang merasa berjuang sendirian di tengah masa-masa sulit ini.
Our Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives