Cahaya Manthovani, Figur Muda di Balik Gerakan Kreatif dan Aksi Sosial Inspiratif

23 Mei 2026 14:57 WIB
Riko Marbun
Photo: Shan/Istimewa
Sonora.co.id - Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif di Indonesia, nama Cahaya Manthovani mulai dikenal sebagai sosok muda yang aktif menghadirkan berbagai gerakan kreatif dengan sentuhan sosial dan budaya. Melalui kepemimpinannya di PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya dipercaya menangani sejumlah agenda nasional yang tak hanya menonjolkan sisi hiburan, tetapi juga membawa pesan pemberdayaan dan inklusivitas.

“Semua berawal dari mengikuti alur hidup. Sebagai lulusan architectural design di Korea Selatan, yaitu negara yang sangat mendorong kreativitas, saya belajar banyak dari mereka. Dunia industri kreatif adalah awal mula saya menjejaki karier,” ujar Cahaya Manthovani dalam siaran pers yang diterima Sonora, Sabtu (23/5).

“Dari awal industri kreatif sudah ada di dalam jiwa saya, tapi kalau event adalah sesuatu yang mengikuti alur hidup. Dengan saya mengerjakan setiap pekerjaan dengan komitmen yang tinggi, Alhamdulillah orang-orang percaya terhadap saya,” lanjutnya.

Sejumlah kegiatan berskala nasional yang berada di bawah kepemimpinan Cahaya di antaranya Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025, Inklusiland 2025, ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026, hingga Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026.

Menurut Cahaya, sebuah event harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat luas. Karena itu, setiap kegiatan yang digagasnya selalu diarahkan untuk membangun ruang diskusi publik terkait budaya, inklusivitas, dan pengembangan masyarakat.

“Ketika ingin membuat sebuah event, kita sendiri harus tahu betul tujuan utamanya itu apa. Efeknya apa? Apakah hanya berguna untuk sendiri atau bisa menginspirasi orang banyak?” kata Cahaya.

Ia mencontohkan program Suara Nusantara yang diinisiasinya sebagai upaya meningkatkan keberanian generasi muda untuk tampil dan bersosialisasi di tengah dominasi penggunaan gawai.

“Contoh, Suara Nusantara. Saya menginisiasi acara ini karena melihat semua orang kebanyakan sibuk bermain dengan gadgetnya sendiri. Ketika diminta untuk presentasi atau bersosialisasi, lebih banyak yang mundur atau gugup,” sambungnya.

“Nah, untuk menaikkan awareness dengan cara yang menyenangkan itu seperti apa sih? Salah satunya Suara Nusantara. Peserta wajib membaca dan memahami cerita-cerita rakyat di daerah Indonesia. Efek dari event ini bukan saja melestarikan cerita rakyat, tetapi juga meningkatkan percaya diri dan pengalaman para peserta,” ujar Cahaya.

Selain bergerak di industri kreatif, Cahaya juga aktif dalam kegiatan sosial, khususnya terkait isu disabilitas dan inklusivitas. Sebagai Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, ia terlibat dalam berbagai program pemberdayaan untuk anak-anak disabilitas.

Salah satu program yang mendapat perhatian ialah inisiatif Makanan Bergizi Gratis-Swasta untuk sekolah khusus/disabilitas di Provinsi Banten. Program tersebut melibatkan 12 UMKM dan menjangkau lebih dari 2.200 penerima manfaat.

Cahaya juga menjadi sosok di balik penyelenggaraan Inklusiland dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional. Acara itu menghadirkan ruang inklusif yang mempertemukan komunitas, keluarga, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat umum.

Perempuan lulusan Kyungsung University, Korea Selatan, tersebut juga pernah bertugas sebagai CDM Asean Youth Paragames 2025 Dubai. Dalam ajang tersebut, kontingen Indonesia berhasil meraih total 59 medali yang terdiri dari 23 emas, 23 perak, dan 13 perunggu.

Bagi Cahaya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini kerja sama menjadi kunci dalam memperluas dampak sebuah gerakan kreatif.

“Kita hidup di dunia ini bersama individu lainnya. Peradaban dunia tidak akan berubah tanpa kerja sama dengan sesama,” ujarnya.

“Setiap event yang saya buat, hanya dengan posting di sosial media saja belum cukup. Perlu ada kerja sama dengan sektor lain. Ini ditujukan untuk mencapai audience baru,” lanjut Cahaya.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi paling banyak di dunia. Beragam isinya, dan juga banyak sekali orang-orang kompeten di bidangnya masing-masing. Saya selalu membuka diri untuk belajar dengan berkolaborasi bersama,” katanya.

Di balik berbagai pencapaiannya, Cahaya mengaku kerap menghadapi tantangan terkait penampilannya yang dinilai terlalu muda.

“Tantangan terbesar adalah first impression orang-orang terhadap saya. Sebagai perempuan dengan wajah yang terlihat sangat lebih muda dari umur saya, semua orang selalu mengira saya bocah SMP, SMA, atau kuliah, tidak pernah ada yang mengira saya berusia 26 tahun,” ungkap Cahaya.

Meski demikian, ia memilih menjadikan hal tersebut sebagai dorongan untuk menunjukkan kualitas kerja dan profesionalismenya.

“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, dan saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” katanya.

“Saya selalu memposisikan diri saya dan tim sebagai pemenang, karena saya tidak ada keinginan lain selain berkomitmen dan fokus terhadap target yang ingin dicapai. Industrinya memang kompetitif. Tapi saya lebih kompetitif dari industrinya sendiri,” lanjut Cahaya.

Konsistensinya di bidang industri kreatif dan kegiatan sosial turut mengantarkan Cahaya menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Puspa Nawasena dalam Anugerah Puspa Bangsa 2025 dari Kompas TV serta penghargaan The Inspiring Woman dari Robb Report Indonesia.

Di tengah kesibukannya memimpin berbagai proyek, Cahaya juga mendorong generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri.

“Harus sering belajar, sering berlatih skills apa pun yang diminati, sering membaca buku atau berita dan memahaminya,” ujar Cahaya.

“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa dibangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutupnya.

Bagi banyak anak muda, Cahaya Manthovani dinilai merepresentasikan generasi baru pemimpin industri kreatif Indonesia yang adaptif, visioner, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos