Populasi 60% Lebih, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Tangkap Ikan Sapu-Sapu
18 April 2026 08:07 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Gubernur Jakarta, Pramono Anung hadiri gerakan tangkap ikan sapu-sapu di Jakarta Utara, Jum'at (17/04/2026). Sumber: Lia Muspiroh
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan Operasi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jalan Janur Elok VI, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/04/2026). Pramono menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengerukan, pembersihan sungai dan saluran, serta pemulihan ekosistem perairan di Jakarta.
"Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan karena keberadaan spesies ini invasif, telah mendominasi sejumlah perairan di Jakarta dan mengganggu keseimbangan ekosistem." Jelas Pramono
“Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan,” sambungnya.
Menurut Pramono, pembersihan ikan sapu-sapu penting dilakukan karena spesies tersebut berpotensi merusak bantaran atau turap, mengganggu habitat alami, serta memengaruhi keseimbangan ekosistem melalui kebiasaannya menggali dasar dan pinggir sungai.
Ia menegaskan, seluruh hasil tangkapan akan ditangani sesuai prosedur, yaitu dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan agar ikan tidak kembali lepas ke perairan, tidak diperjualbelikan, dan dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.
“Operasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian secara berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran,” tandasnya.
Dalam gerakan tangkap ikan sapu-sapu itu juga hadir Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Haeru Rahayu. Ia menjelaskan tingginya kandungan residu dalam ikan sapu-sapu perlu diwaspadai, sehingga tidak boleh dikonsumsi. Kandungan ikan sapu-sapu di Jakarta sudah di atas 0,3 dan berisiko tinggi bagi kesehatan.
"Kami memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap residunya. Kalau dijadikan tepung ikan, kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi untuk masuk ke manusia" Jelasnya.
"Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan karena keberadaan spesies ini invasif, telah mendominasi sejumlah perairan di Jakarta dan mengganggu keseimbangan ekosistem." Jelas Pramono
“Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan,” sambungnya.
Menurut Pramono, pembersihan ikan sapu-sapu penting dilakukan karena spesies tersebut berpotensi merusak bantaran atau turap, mengganggu habitat alami, serta memengaruhi keseimbangan ekosistem melalui kebiasaannya menggali dasar dan pinggir sungai.
Ia menegaskan, seluruh hasil tangkapan akan ditangani sesuai prosedur, yaitu dimatikan dan dikubur secara higienis di lokasi yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan agar ikan tidak kembali lepas ke perairan, tidak diperjualbelikan, dan dapat dimanfaatkan sebagai kompos alami.
“Operasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian secara berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran,” tandasnya.
Dalam gerakan tangkap ikan sapu-sapu itu juga hadir Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Haeru Rahayu. Ia menjelaskan tingginya kandungan residu dalam ikan sapu-sapu perlu diwaspadai, sehingga tidak boleh dikonsumsi. Kandungan ikan sapu-sapu di Jakarta sudah di atas 0,3 dan berisiko tinggi bagi kesehatan.
"Kami memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap residunya. Kalau dijadikan tepung ikan, kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi untuk masuk ke manusia" Jelasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives