Revitalisasi Sekolah di Sumatra Barat Ubah Wajah Pendidikan, dari Ancaman Banjir hingga Keterbatasan Fasilitas
17 April 2026 22:02 WIB
Riko Marbun
Photo: BKHM Kemendikdasmen
Sonora.co.id - Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 mulai menunjukkan dampak konkret di berbagai wilayah Sumatra Barat. Sebanyak 33 sekolah di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota kini mengalami perbaikan signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas lingkungan belajar.
Salah satu perubahan paling terasa terjadi di SDN 11 Bukit Aput Puhun, Kota Bukittinggi. Sekolah yang telah berdiri puluhan tahun ini sebelumnya belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh dan kerap terdampak banjir. Kini, kondisi tersebut berubah setelah revitalisasi dilakukan, menghadirkan bangunan yang lebih kokoh serta fasilitas sanitasi yang memadai.
Kepala sekolah Elmiyanti mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan di SDN 66 Payakumbuh, terutama dalam pemenuhan fasilitas dasar. Sebelum revitalisasi, keterbatasan toilet menjadi kendala bagi siswa dalam menjalani aktivitas belajar sehari-hari. Kini, fasilitas sanitasi dan ruang UKS yang lebih layak telah tersedia, bahkan dilengkapi dengan sarana pendukung lainnya.
Kepala sekolah Bayu Prayitno menuturkan perubahan tersebut membawa kenyamanan baru bagi siswa.
“Puji syukur tahun 2025 sekolah kami terpilih mendapatkan program revitalisasi ini. Sekolah kami menerima menu revitalisasi satu toilet dan satu ruang UKS. Pascarevitalisasi, anak-anak sangat senang, mereka dapat bergantian menggunakan toilet tersebut dan kami tambahkan juga untuk fasilitas wudhu,” jelasnya.
Di tingkat pendidikan menengah, SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Lima Puluh Kota juga merasakan manfaat dari pembangunan ruang kelas dan ruang guru.
Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang membuat guru harus berbagi tempat dengan fungsi lain seperti perpustakaan. Kepala sekolah Arjus Putra menyebut kondisi kini jauh lebih baik setelah fasilitas diperbaiki.
“Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatra Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi,” terangnya.
Sementara itu, perubahan signifikan juga dialami oleh TK Aisyah Sarilamak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Setelah selama enam belas tahun menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan keterbatasan fasilitas, kini sekolah tersebut memiliki gedung sendiri dengan sarana yang lebih lengkap.Kepala TK Nurmis Madiati menggambarkan kebahagiaan atas perubahan tersebut.
“Belasan tahun kami menunggu untuk mendapatkan revitalisasi ini. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti, sekarang sekolah kami menjadi sangat bagus berikut dengan toilet, ruang guru, ruang kelas, beserta fasilitas bermain anak-anak,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan ini berdampak pada meningkatnya antusiasme masyarakat.
“Sejak pertama kali gedung ini digunakan, para murid dan orang tua sangat senang. Revitalisasi membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi bersama rekan-rekannya,” tutupnya.
Secara keseluruhan, program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan mendukung. Dampaknya turut dirasakan dalam meningkatnya semangat belajar siswa serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan di daerah.
Salah satu perubahan paling terasa terjadi di SDN 11 Bukit Aput Puhun, Kota Bukittinggi. Sekolah yang telah berdiri puluhan tahun ini sebelumnya belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh dan kerap terdampak banjir. Kini, kondisi tersebut berubah setelah revitalisasi dilakukan, menghadirkan bangunan yang lebih kokoh serta fasilitas sanitasi yang memadai.
Kepala sekolah Elmiyanti mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Dampak serupa juga dirasakan di SDN 66 Payakumbuh, terutama dalam pemenuhan fasilitas dasar. Sebelum revitalisasi, keterbatasan toilet menjadi kendala bagi siswa dalam menjalani aktivitas belajar sehari-hari. Kini, fasilitas sanitasi dan ruang UKS yang lebih layak telah tersedia, bahkan dilengkapi dengan sarana pendukung lainnya.
Kepala sekolah Bayu Prayitno menuturkan perubahan tersebut membawa kenyamanan baru bagi siswa.
“Puji syukur tahun 2025 sekolah kami terpilih mendapatkan program revitalisasi ini. Sekolah kami menerima menu revitalisasi satu toilet dan satu ruang UKS. Pascarevitalisasi, anak-anak sangat senang, mereka dapat bergantian menggunakan toilet tersebut dan kami tambahkan juga untuk fasilitas wudhu,” jelasnya.
Di tingkat pendidikan menengah, SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru di Kabupaten Lima Puluh Kota juga merasakan manfaat dari pembangunan ruang kelas dan ruang guru.
Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang membuat guru harus berbagi tempat dengan fungsi lain seperti perpustakaan. Kepala sekolah Arjus Putra menyebut kondisi kini jauh lebih baik setelah fasilitas diperbaiki.
“Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatra Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi,” terangnya.
Sementara itu, perubahan signifikan juga dialami oleh TK Aisyah Sarilamak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Setelah selama enam belas tahun menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan keterbatasan fasilitas, kini sekolah tersebut memiliki gedung sendiri dengan sarana yang lebih lengkap.Kepala TK Nurmis Madiati menggambarkan kebahagiaan atas perubahan tersebut.
“Belasan tahun kami menunggu untuk mendapatkan revitalisasi ini. Terima kasih Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti, sekarang sekolah kami menjadi sangat bagus berikut dengan toilet, ruang guru, ruang kelas, beserta fasilitas bermain anak-anak,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan ini berdampak pada meningkatnya antusiasme masyarakat.
“Sejak pertama kali gedung ini digunakan, para murid dan orang tua sangat senang. Revitalisasi membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi bersama rekan-rekannya,” tutupnya.
Secara keseluruhan, program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan mendukung. Dampaknya turut dirasakan dalam meningkatnya semangat belajar siswa serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan di daerah.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives