Tim Mahasiswa UI Terpilih sebagai Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow
14 Maret 2026 20:09 WIB
Riko Marbun
Photo: Humas Kemendiktisaintek
Sonora.co.id - Tim mahasiswa “Labmino” dari Universitas Indonesia (UI) terpilih sebagai salah satu dari 10 Global Ambassador dalam program inovasi internasional Samsung Solve for Tomorrow (SFT). Pengumuman tersebut disampaikan dalam seremoni yang berlangsung di Smart City Lab, Milan, Italia, pada 8–10 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung bersamaan dengan agenda 2026 Winter Olympics di kawasan Milano–Cortina. Program Samsung Solve for Tomorrow sendiri merupakan inisiatif yang mendorong partisipasi generasi muda dalam mengembangkan solusi teknologi untuk menjawab berbagai persoalan sosial.
Dalam program tersebut, tim Labmino memperkenalkan inovasi bernama RunSight, yakni kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara lebih mandiri. Perangkat ini menggunakan sensor dan sistem pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan secara real time, memberikan panduan jalur, serta memberi peringatan apabila terdapat rintangan di sekitar pengguna.
Menurut informasi yang disampaikan penyelenggara program, tim Labmino menjadi salah satu delegasi dari Indonesia yang masuk dalam jajaran Global Ambassador pada siklus program 2025/2026. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dari kawasan Southeast Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil mencapai tahap tersebut.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Khairul Munadi, mengatakan bahwa capaian mahasiswa Indonesia di forum internasional menunjukkan potensi pengembangan inovasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi.Menurutnya, dukungan terhadap kolaborasi antara kampus, industri, dan ekosistem inovasi diharapkan dapat mendorong pengembangan riset yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Perjalanan tim Labmino menuju tahap global dimulai dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow pada 2025. Setelah melewati tahap semifinal dan final nasional, tim tersebut melanjutkan ke seleksi regional untuk kawasan Southeast Asia and Oceania sebelum akhirnya terpilih dalam tahap Global Selection.Selama kegiatan di Milan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti pameran solusi inovatif, sesi jejaring internasional, serta pertemuan dengan mitra industri dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Benny Bandanadjadja, menilai bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat menjadi contoh penerapan pembelajaran yang menggabungkan kompetensi teknologi dengan pendekatan desain yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pihak kementerian berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa di berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi riset dan industri.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung bersamaan dengan agenda 2026 Winter Olympics di kawasan Milano–Cortina. Program Samsung Solve for Tomorrow sendiri merupakan inisiatif yang mendorong partisipasi generasi muda dalam mengembangkan solusi teknologi untuk menjawab berbagai persoalan sosial.
Dalam program tersebut, tim Labmino memperkenalkan inovasi bernama RunSight, yakni kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara lebih mandiri. Perangkat ini menggunakan sensor dan sistem pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan secara real time, memberikan panduan jalur, serta memberi peringatan apabila terdapat rintangan di sekitar pengguna.
Menurut informasi yang disampaikan penyelenggara program, tim Labmino menjadi salah satu delegasi dari Indonesia yang masuk dalam jajaran Global Ambassador pada siklus program 2025/2026. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dari kawasan Southeast Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil mencapai tahap tersebut.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Khairul Munadi, mengatakan bahwa capaian mahasiswa Indonesia di forum internasional menunjukkan potensi pengembangan inovasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi.Menurutnya, dukungan terhadap kolaborasi antara kampus, industri, dan ekosistem inovasi diharapkan dapat mendorong pengembangan riset yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Perjalanan tim Labmino menuju tahap global dimulai dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow pada 2025. Setelah melewati tahap semifinal dan final nasional, tim tersebut melanjutkan ke seleksi regional untuk kawasan Southeast Asia and Oceania sebelum akhirnya terpilih dalam tahap Global Selection.Selama kegiatan di Milan, peserta mengikuti berbagai agenda seperti pameran solusi inovatif, sesi jejaring internasional, serta pertemuan dengan mitra industri dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Benny Bandanadjadja, menilai bahwa inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat menjadi contoh penerapan pembelajaran yang menggabungkan kompetensi teknologi dengan pendekatan desain yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pihak kementerian berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa di berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi riset dan industri.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives