Ibu Rumah Tangga hingga Penyandang Disabilitas Dilibatkan dalam Ekosistem Kreatif Wastra Sashiko Srengenge
15 Juni 2026 10:32 WIB
Yudi Samadi
Photo: Karya kreatif wastra Sashiko dari Komunitas Srengenge (sumber foto: Retno Suminar)
Sonora.co.id, Jakarta – Teknik sulam tradisional Jepang, sashiko, kini hadir dengan sentuhan khas Nusantara melalui tangan kreatif Retno Suminar. Artisan sulam ini berhasil memadukan teknik jahitan khas Jepang tersebut dengan berbagai wastra tradisional Indonesia, mulai dari lurik, tenun, hingga batik, sehingga menghasilkan karya busana yang unik dan bernilai seni tinggi.
Tidak hanya mengembangkan karya, Retno juga aktif membagikan pengetahuannya melalui berbagai pelatihan dan workshop. Program yang ia gagas tidak sekadar mengajarkan teknik sashiko, tetapi juga mendorong peserta untuk mengeksplorasi kekayaan motif tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
“Teknik sashiko ternyata bisa menjadi lebih indah ketika dipadukan dengan motif-motif tradisional dari Aceh, Riau, Jawa, Kalimantan hingga Papua,” ujar Retno.
Salah satu keunggulan program wastra sashiko yang dikembangkannya adalah pendekatan yang inklusif. Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, termasuk penyandang disabilitas. Menurut Retno, teknik sashiko memberikan ruang yang luas bagi setiap individu untuk berkarya dan mengembangkan keterampilan tanpa terhalang keterbatasan fisik.
Melalui sistem pelatihan berbasis rumah, para peserta tidak hanya menghasilkan produk bernilai seni, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Harapannya, peserta mendapatkan kepuasan batin dari karya terbaik yang mereka hasilkan. Di sisi lain, kegiatan ini juga bisa menjadi sesuatu yang produktif dan berkontribusi pada ekonomi keluarga,” katanya.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, program ini juga menjadi wadah silaturahmi dan pengembangan diri bagi para anggotanya. Untuk mempererat komunikasi dan memudahkan kolaborasi antar peserta, Retno membentuk komunitas Srengenge.Bersama komunitas tersebut, berbagai karya wastra sashiko telah ditampilkan dalam sejumlah pameran dan peragaan busana, baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi komunitas ini semakin diakui setelah dipercaya sebagai salah satu pemegang mandat Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, Wastra Sashiko Srengenge mendapat kepercayaan sebagai salah satu pemegang mandat Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaan,” tutur Retno.
Karya-karya yang dihasilkan komunitas Srengenge juga menarik perhatian sejumlah perancang busana dan jenama ternama Indonesia, seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, dan Merdi Sihombing. Selain itu, beberapa jenama fesyen seperti “Tanda Mata” dan “Taqqia” turut menjalin kolaborasi dalam bentuk pendampingan, promosi, pemasaran, hingga pengembangan desain busana berbasis wastra sashiko.
Retno menambahkan, masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh karya-karya komunitasnya dapat mengunjungi akun Instagram resmi mereka melalui Sashiko Indonesia by Srengenge. Inisiatif yang digagas Retno menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya. Justru melalui pendekatan yang inklusif, potensi dan kreativitas dapat tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat.
Program ini melibatkan beragam peserta, mulai dari ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, perempuan yang memilih bekerja dari rumah, hingga penyandang disabilitas. Seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang saling mendukung dan berkembang bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Justru dari situ kita bisa melihat potensi yang luar biasa,” ungkap Retno.
Konsep kerja berbasis rumah menjadi solusi yang memungkinkan peserta tetap menjalankan peran domestik sambil memperoleh penghasilan tambahan. Tak jarang, anak-anak turut mendampingi ibu mereka saat mengikuti pelatihan, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Selain meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi, program ini juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis para peserta. Kepercayaan diri mereka tumbuh ketika hasil karya yang dibuat mendapat apresiasi dari masyarakat.“Ketika mereka melihat hasil karyanya dihargai, itu menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkas Retno. (YDS)
Tidak hanya mengembangkan karya, Retno juga aktif membagikan pengetahuannya melalui berbagai pelatihan dan workshop. Program yang ia gagas tidak sekadar mengajarkan teknik sashiko, tetapi juga mendorong peserta untuk mengeksplorasi kekayaan motif tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
“Teknik sashiko ternyata bisa menjadi lebih indah ketika dipadukan dengan motif-motif tradisional dari Aceh, Riau, Jawa, Kalimantan hingga Papua,” ujar Retno.
Salah satu keunggulan program wastra sashiko yang dikembangkannya adalah pendekatan yang inklusif. Pelatihan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar, termasuk penyandang disabilitas. Menurut Retno, teknik sashiko memberikan ruang yang luas bagi setiap individu untuk berkarya dan mengembangkan keterampilan tanpa terhalang keterbatasan fisik.
Melalui sistem pelatihan berbasis rumah, para peserta tidak hanya menghasilkan produk bernilai seni, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Harapannya, peserta mendapatkan kepuasan batin dari karya terbaik yang mereka hasilkan. Di sisi lain, kegiatan ini juga bisa menjadi sesuatu yang produktif dan berkontribusi pada ekonomi keluarga,” katanya.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, program ini juga menjadi wadah silaturahmi dan pengembangan diri bagi para anggotanya. Untuk mempererat komunikasi dan memudahkan kolaborasi antar peserta, Retno membentuk komunitas Srengenge.Bersama komunitas tersebut, berbagai karya wastra sashiko telah ditampilkan dalam sejumlah pameran dan peragaan busana, baik di tingkat lokal maupun nasional. Prestasi komunitas ini semakin diakui setelah dipercaya sebagai salah satu pemegang mandat Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, Wastra Sashiko Srengenge mendapat kepercayaan sebagai salah satu pemegang mandat Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaan,” tutur Retno.
Karya-karya yang dihasilkan komunitas Srengenge juga menarik perhatian sejumlah perancang busana dan jenama ternama Indonesia, seperti Samuel Wattimena, Handy Hartono, dan Merdi Sihombing. Selain itu, beberapa jenama fesyen seperti “Tanda Mata” dan “Taqqia” turut menjalin kolaborasi dalam bentuk pendampingan, promosi, pemasaran, hingga pengembangan desain busana berbasis wastra sashiko.
Retno menambahkan, masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh karya-karya komunitasnya dapat mengunjungi akun Instagram resmi mereka melalui Sashiko Indonesia by Srengenge. Inisiatif yang digagas Retno menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya. Justru melalui pendekatan yang inklusif, potensi dan kreativitas dapat tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat.
Program ini melibatkan beragam peserta, mulai dari ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, perempuan yang memilih bekerja dari rumah, hingga penyandang disabilitas. Seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem kreatif yang saling mendukung dan berkembang bersama.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Justru dari situ kita bisa melihat potensi yang luar biasa,” ungkap Retno.
Konsep kerja berbasis rumah menjadi solusi yang memungkinkan peserta tetap menjalankan peran domestik sambil memperoleh penghasilan tambahan. Tak jarang, anak-anak turut mendampingi ibu mereka saat mengikuti pelatihan, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Selain meningkatkan keterampilan dan membuka peluang ekonomi, program ini juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis para peserta. Kepercayaan diri mereka tumbuh ketika hasil karya yang dibuat mendapat apresiasi dari masyarakat.“Ketika mereka melihat hasil karyanya dihargai, itu menjadi kebanggaan tersendiri,” pungkas Retno. (YDS)
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives