Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin: Berfungsi Atasi Banjir Cilangkap
13 Januari 2026 09:17 WIB
Lia Muspiroh
Photo: Gubernur Jakarta, Pramono Anung resmikan Waduk Batu Licin, Senin (12/01/2026). Sumber: Lia Muspiroh
Sonora.co.id, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Senin (12/01/2026). Pramono mengatakan peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai upaya pengendalian banjir dan pengurangan risiko genangan, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Pramono menyampaikan, waduk yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana tersebut kini resmi berganti nama menjadi Waduk Batu Licin dengan mempertimbangkan rekam sejarah kawasan. Waduk ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare.
“Pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana. Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, berdasarkan testimoni warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap mengalami genangan setiap kali hujan deras. Kini, dengan kapasitas tampung Waduk Batu Licin sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, potensi genangan dapat ditekan secara signifikan.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah fasilitas telah disediakan, antara lain jogging track, lapangan basket, musala, serta area rekreasi warga.
“Keberadaan waduk ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain berfungsi secara teknis, kawasan ini juga menjadi ruang publik yang nyaman. Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang selaras dengan program prioritas normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.
“Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani,” jelasnya.
Pramono menyebutkan, saat ini lima waduk di Jakarta Timur telah selesai dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat. Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.
Sementara itu, mengenai pemanfaatan waduk sebagai ruang aktivitas publik, Gubernur Pramono membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan waduk, termasuk untuk kegiatan memancing.
“Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pramono menyampaikan, waduk yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana tersebut kini resmi berganti nama menjadi Waduk Batu Licin dengan mempertimbangkan rekam sejarah kawasan. Waduk ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare dengan area tampungan air mencapai 2,7 hektare.
“Pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana. Saat ini, terdapat sembilan waduk yang telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, berdasarkan testimoni warga, kawasan Cilangkap sebelumnya kerap mengalami genangan setiap kali hujan deras. Kini, dengan kapasitas tampung Waduk Batu Licin sekitar 92.000 meter kubik dan kedalaman enam meter, potensi genangan dapat ditekan secara signifikan.
Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah fasilitas telah disediakan, antara lain jogging track, lapangan basket, musala, serta area rekreasi warga.
“Keberadaan waduk ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain berfungsi secara teknis, kawasan ini juga menjadi ruang publik yang nyaman. Saya berharap tujuh waduk lainnya yang sedang dan akan diresmikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang selaras dengan program prioritas normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut.
“Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani,” jelasnya.
Pramono menyebutkan, saat ini lima waduk di Jakarta Timur telah selesai dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat. Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tampung air dan memperkuat ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.
Sementara itu, mengenai pemanfaatan waduk sebagai ruang aktivitas publik, Gubernur Pramono membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan waduk, termasuk untuk kegiatan memancing.
“Silakan dimanfaatkan, termasuk untuk memancing, dan saya minta digratiskan tanpa pungutan. Namun, masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives