Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah Harus Jadi Pilar Baru Pembangunan Nasional

25 Februari 2026 12:36 WIB
Yudi Samadi
Photo: Kegiatan Sarasehan sekaligus launching buku "Refeksi Ekonomi Syariah Indonesia: Dari Inovasi Menuju Keberlanjutan" yang berlangsung di Jakarta (24/02/2026). (sumber: Didik J. Rachbini/INDEF)
JAKARTA, SONORA.ID – Pengarusutamaan ekonomi syariah sebagai pilar baru pembangunan nasional menjadi sorotan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah yang digelar Selasa (24/2/2026) di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.Wakil Presiden RI ke-13, K.H. Ma’ruf Amin, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa ekonomi syariah merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan global yang ditandai ketimpangan dan krisis kualitas pertumbuhan .“Dunia hari ini sudah seharusnya memiliki ekonomi yang berkualitas agar tidak terjadi ketimpangan.

Ekonomi syariah hadir bukan hanya menciptakan pertumbuhan atau profit, tetapi juga menghadirkan keberkahan,” tegasnya .Menurut Ma’ruf, prinsip maqashid syariah yang mencakup menjaga agama, keturunan, dan harta menjadi fondasi kebijakan publik yang berkeadilan dan berorientasi pada kemaslahatan .Ia mengibaratkan ekonomi syariah seperti pesantren yang memiliki tiga elemen utama: sumber daya manusia (santri), ilmu (kitab), dan penjaga arah (kyai). Bukan fasilitas yang menentukan kekuatannya, melainkan ruh dan nilai yang dipegang teguh .“Jangan sampai yang hadir hanya ekonomi yang berseragam syariah, tetapi kehilangan ruhnya,” ujarnya .

Perlu Integrasi Ekosistem

Ma’ruf Amin menekankan bahwa industri halal, zakat, wakaf, dan keuangan syariah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh sektor tersebut harus terintegrasi dalam satu sistem ekonomi syariah yang utuh .Ia juga menegaskan peran penting para ekonom syariah sebagai penjaga arah dan penggerak transformasi kebijakan publik.“Ekonom syariah harus menjadi penunjuk arah dan penggerak. Konsep tanpa aksi itu omong kosong,” katanya .

Indonesia Punya Modal Kuat

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Dengan populasi Muslim terbesar, potensi filantropi Islam melalui zakat, infak, dan sedekah, serta pertumbuhan industri halal yang terus meningkat, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat .Namun ia mengakui, kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional masih perlu ditingkatkan.“Ekonomi syariah sudah hadir dalam regulasi, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam kesadaran. Ini yang harus kita dorong bersama,” paparnya .

Ia menegaskan dua agenda besar yang harus dijalankan secara konsisten, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan praktik ekonomi masyarakat agar sesuai dengan nilai keadilan, amanah, dan kemaslahatan .“Kalau kita konsisten dalam memasyarakatkan ekonomi syariah, insyaallah pertumbuhan ekonomi syariah akan tumbuh lebih maksimal dan menjadi pilar utama ekonomi negeri ini,” pungkasnya.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos