36 Kiai Sepuh Berkumpul di Lirboyo, Soroti Keadilan dalam Kasus Gus Yaqut
21 Oktober 2026 20:42 WIB
Riko Marbun
Photo: Istimewa
Kediri, Sonora.Co.ID - Sebanyak 36 kiai sepuh berkumpul di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026), untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan keprihatinan terhadap penegakan hukum dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024 yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Para kiai berharap proses peradilan berjalan adil dan bermartabat, dengan mempertimbangkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.
KH Muhibbul Aman Aly, juru bicara pertemuan, mengatakan para kiai memiliki keprihatinan bersama terhadap penegakan hukum di Indonesia, termasuk dalam perkara yang dihadapi Gus Yaqut. Mereka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan proses hukum berjalan dengan menjunjung tinggi keadilan.
"Kasus Gus Yaqut, kami (para kiai) melihat dalam persidangan antara dakwaan dan fakta persidangan sangat jauh berbeda. Dan ini yang kemudian membuat kami prihatin. Kami berharap kepada pemerintah untuk betul-betul serius terhadap penegakan keadilan yang bermartabat. Secara umum saya rasa inilah hasil pertemuan kali ini," kata Muhibbul Aman seusai pertemuan.
KH Muhyiddin Ishak menambahkan, para kiai mengingatkan pemerintah dan aparat penegak hukum bahwa kiai dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia.
"Ini yang dihadapi adalah anak cucu pendiri negara, kok penegakan hukum tidak berkeadilan dan bermartabat," ujar Muhyiddin.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, menegaskan pertemuan tersebut bertujuan membela kebenaran. Ia menilai Gus Yaqut berada dalam posisi terzalimi dan meminta pemerintah tidak membiarkan ketidakadilan terjadi.
"Gus Yaqut itu madzlum (terzalimi). Jadi kita di sini memang membela kebenaran, begitu saja. Jangan sampai pemerintah itu membiarkan kezaliman," katanya.
Pertemuan tersebut merupakan inisiatif keluarga Gus Yaqut yang ingin memberikan klarifikasi kepada para kiai mengenai perkara hukum yang sedang berjalan. Keluarga juga berharap memperoleh doa agar Gus Yaqut mendapatkan putusan yang adil.
Kakak kandung Gus Yaqut, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan klarifikasi diperlukan agar para kiai mendapatkan informasi yang menyeluruh dan berimbang dari pihak terdakwa.
"Sejak adik saya Yaqut mendapatkan sangkaan telah melakukan tindakan pidana, opini masyarakat sudah menghakimi bahwa adik saya telah melakukan kesalahan itu," kata Gus Yahya.
Ia mengaku sempat kesulitan memberikan penjelasan kepada masyarakat karena belum memiliki bahan yang cukup untuk menanggapi opini yang berkembang. Karena itu, keluarga memilih menempuh jalur peradilan sebagai sarana untuk mengklarifikasi perkara tersebut.
"Sementara saya tidak berdaya, menandingi opini masyarakat tersebut. Bahkan untuk menjawab pun pada waktu itu, hampir setahun lalu, kami tidak memiliki bahan bagaimana cara menjawab. Oleh sebab itu sejak awal kami sendiri berfikir, satu-satunya cara klarifikasi adalah melalui peradilan," ujarnya.
Gus Yahya mengatakan, berdasarkan pemahamannya terhadap fakta persidangan, ia melihat adiknya tidak bersalah. Keluarga kemudian merasa memiliki bahan untuk menjelaskan duduk perkara kepada para kiai, setelah sebelumnya berencana menemui mereka satu per satu.
"Kami klarifikasi sowan ke kiai satu-satu. Karena kami lihat ini bukan cara efisien, lalu kepikiran mengundang ke para kiai untuk mendapatkan penjelasan dari kuasa hukum Yaqut," katanya.
Ia menegaskan, apa pun putusan pengadilan nantinya, keluarga ingin memastikan penjelasan mengenai perkara tersebut telah disampaikan kepada para kiai. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Gus Yaqut mampu menjalani proses hukum yang dihadapinya.
"Dan apa pun nanti yang terjadi, putusan pengadilan, bagi kami yang penting adalah kami sudah menyampaikan penjelasan tentang duduk perkaranya. Adik saya enam bulan dipenjara, saya yakin dia kuat menjalaninya. Tapi kami ingin menjelaskan lebih gamblang, adek saya, dalam kedudukan apapun, termasuk saat menjabat sebagai menteri agama, kami tidak pernah menyelisihi, mengkhianati, nasihat orang tua dan kiai-kiai kami," ujar Gus Yahya.
Menurutnya, penjelasan kepada para kiai diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai perkara tersebut.
"Mungkin kami tidak akan mampu memengaruhi opini masyarakat secara luas, tapi kalau diberi kesempatan memberi penjelasan pada kiai-kiai, semoga akan menjadi barokah," katanya.
Pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo itu diikuti para kiai secara langsung maupun daring melalui Zoom. Berdasarkan daftar undangan yang disampaikan, terdapat 36 nama kiai sepuh yang diundang dalam pertemuan tersebut.
Melalui pertemuan ini, keluarga Gus Yaqut berharap para kiai memperoleh penjelasan dari pihaknya dan kuasa hukum mengenai perkara yang sedang berjalan. Sementara itu, proses pembuktian dan penentuan bersalah atau tidaknya terdakwa tetap menjadi kewenangan pengadilan.
News
View MoreOur Services
Sonora Education And Talent Management
Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution
Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives