WALHI Jabar Dorong EIGER Nature Konsisten Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

05 Oktober 2026 06:58 WIB
Riko Marbun
Photo: Her/Istimewa
Bogor, Sonora.Co.ID - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat menilai berbagai masukan terkait pengelolaan lingkungan di kawasan EIGER Nature telah ditindaklanjuti. Penilaian tersebut disampaikan setelah WALHI Jabar melakukan kunjungan untuk melihat perkembangan pengelolaan kawasan sekaligus mengevaluasi sejumlah masukan yang sebelumnya telah disampaikan.

Dalam kunjungan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan pengelola dan melihat langsung berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan. Pertemuan juga melibatkan akademisi, pakar, dan media sebagai bagian dari pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam.

Sejumlah pakar yang hadir merupakan bagian dari tim ahli kawasan, yakni Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. yang memiliki keahlian di bidang botani dan konservasi tumbuhan; Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. sebagai pakar konservasi satwa liar; serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang memiliki keahlian dalam pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.

Selain melihat perkembangan di lapangan, WALHI Jawa Barat juga mengonfirmasi aspek perizinan dan kelengkapan dokumen lingkungan yang menjadi bagian dari proses pengembangan kawasan tersebut.

Dari hasil peninjauan, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Proses pengembangan kawasan telah berlangsung sejak 2018 dan dilengkapi sejumlah dokumen utama, antara lain perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat Wahyudin Iwang mengatakan, keterbukaan pengelola dalam menerima saran, masukan, dan kritik menjadi salah satu hal yang dinilai positif.

“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang.

Menurut Iwang, sikap terbuka tersebut menjadi alasan WALHI Jawa Barat terus menyampaikan pandangan dan masukan. Kunjungan terbaru dilakukan untuk memastikan apakah berbagai hal yang sebelumnya menjadi perhatian telah ditindaklanjuti.

“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” katanya.

Iwang menambahkan, keterlibatan akademisi dan berbagai pihak dalam pengembangan kawasan penting untuk memperluas pertukaran informasi dan pengetahuan.

“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.

Meski mengapresiasi perkembangan yang ditemukan di lapangan, WALHI Jawa Barat mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Pengembangan kawasan berbasis alam dinilai perlu terus memperhatikan aspek perlindungan lingkungan.

“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha lain yang ingin mengembangkan kegiatan berbasis alam dengan tetap menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari proses pengembangan usaha.

“Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama EIGER Nature Imanuel Wirajaya mengatakan keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari konsep Pentahelix yang diterapkan dalam pengelolaan kawasan. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk melakukan evaluasi secara berkelanjutan serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.

“Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian dari proses untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen terhadap alam, budaya, masyarakat, serta keberlanjutan kawasan.

“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos