Peqho Teater Gelar Roadshow Monolog dan Performing Art Bahasa Sunda

02 November 2026 17:16 WIB
Theresia Olivia Itran
Photo: Dok. Peqho Teater
Sonora.co.id, Peqho Teater menggelar pertunjukan monolog dan performing art berbahasa Sunda yang terdiri atas 3 pertunjukan dalam 1 malam. Founder Peqho Teater, Adjie N. A. yang menggagas ide dan diproduseri oleh Mima Yusuf.

"Sesuai dengan judulnya, Monda Pelesiran akan pelesiran ke 5 kota di Indonesia, diantaranya Solo, Yogyakarta, Depok, Bandung dan Jakarta (tentative) pada bulan November 2026." Jelas Mima saat konferensi pers, Minggu (01/11/2026).

Gagasan Monda Pelesiran diawali dari rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Indonesia adalah kesatuan dari unsur budaya yang beragam. Salah satunya budaya Sunda. Melalui pertunjukan ini, Peqho Teater ingin mengembalikan kebanggaan menggunakan identitas akar budaya Sunda. Salah satu pertunjukan dalam Monda Pelesiran adalah performing art berjudul 'MaAink'. Sebagai penulis naskah dan sutradara MaAink, Adjie N. A menjelaskan, Ma Aink merupakan pertunjukan tentang refleksi diri di tengah kekosongan kemanusiaan yang sudah begitu individual.

"Mengikuti keinginan hati sendiri saja, akibat dampak teknologi. Mengajak penonton untuk merenung dan bangkit ke arah positif menuju masa depan yang lebih baik." Ucapnya.

Monda Pelesiran dibuka dengan pertunjukan monolog berjudul “Copong” yang berarti Kosong. Ditulis oleh sastrawan Sunda Nazarudin Azhar, dan dimainkan oleh Aditya Lakon, seorang aktor film dan penggiat seni pertunjukan dari Tasikmalaya Jawa Barat. Copong mengupas keresahan seorang laki-laki yang merasakan kekosongan dalam hidupnya. Monolog berbahasa Sunda ini dibawakan gabungan genre realis dan surealis, menampilkan kepiawaian Aditya yang lahir dari Teater Lakon Bandung, dalam memainkan perannya. Cerita yang sangat relate dalam kehidupan manusia perkotaan.

Pertunjukan kedua adalah Monolog berjudul “Ngeunteung” yang berarti bercermin. Penulis naskah Teddi Muhtadin seorang sastrawan Sunda, dan dimainkan oleh Dede Dablo seorang aktor panggung dan aktor pantomim asal Bandung Jawa Barat. Ngeunteung disutradari Heksa Ramdono, dari Teater Candu Bandung. Dengan tema surealis, Ngeunteung bercerita tentang refleksi diri terhadap kuasa Sang Pencipta dan jangan melupakan leluhur. Dede Dablo menggabungkan monolog dan pantomim menjadi persembahan yang unik.

Pertunjukan terakhir menampilkan karya performing art berjudul MaAink (Terserah Gua). Performing art ini dimainkan dengan konsep kontemporer, dimainkan oleh delapan orang aktor hasil dari audisi dari berbagai komunitas teater di Jakarta. Permainan koreografi dan dialog yang menarik disertai lampu dinamis. Dibalut musik Sunda dengan warna modern, karya Imam Firmansyah (Traditional Music Composer dan pendiri komunitas musik tradisional Tukang Tabuh, serta pengajar musik tradisi) dan Xonad.NG (musisi The Bahamas band, audio engineer dan produser musik).

"MaAink mengangkat kegelisahan manusia dalam menghadapi hiruk pikuk berita di era digital dan individualisme dampak dari teknologi. Performing Art ini ditutup dengan tembang kuno Sunda “Pupuh Maskumambang” yang memiliki pesan untuk generasi muda agar menjaga akar budaya Sunda dan bangga sebagai identitas manusia berbudaya." Jelas Produser Monda Pelesiran, Mima Yusuf.

Peqho Teater Didirikan tahun 2002 oleh Adjie N.A, seorang aktor, sutradara dan produser teater, serta pelatih akting di perfilman Indonesia. Peqho Teater telah mementaskan lebih dari 30 pertunjukan, baik mandiri dan kerjasama dengan berbagai komunitas lainnya. Genre realis, komedi, musikal, dance theater telah dipentaskan, dan kali ini Peqho Teater merangkul seniman-seniman Jawa Barat dalam pertunjukan berbahasa Sunda, Monda Pelesiran. Selain budaya Sunda, Peqho Teater telah mengangkat budaya Lombok pada pertunjukan tahun 2019 berjudul “Batu Golog” serta budaya Minangkabau dalam pertunjukan Randai yang dimainkan oleh Peqho Kids di tahun 2025.

Dengan semangat bangga akan budaya Indonesia, Peqho Teater tidak akan berhenti berkarya dan mencoba hal baru dalam kesenian. Jadwal Pertunjukan Monda Pelesiran :

1. 4 November 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta Jawa Tengah.

2. 7 November 2026 di IFI (Institut Francais d’Indonesie) Yogyakarta Jawa Tengah.

3. 21 Novemberr 2026 di Sagala Rumah Studio, Depok Jawa Barat.

4. 28 November 2026 di Gedung De Majestic, Bandung Jawa Barat.

5. Bulan Desember 2026 di Jakarta (tentative).

Info lengkap bisa didapatkan melalui akun instagramnya @peqhoteater.
Sonora Network

Our Services

Sonora Education And Talent Management

Sonora Education And Talent Management

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Research Solution

Research Solution

Your Research Solution for Comprehensive Coverage, Reliable Sources, and Diverse Perspectives
Management Services

Management Services

Empowering Talent Development & Soft Skills Training.
Event Management

Event Management

Step into Syandana, we deliver exceptional tailored event solutions

We'll reach out to you to talk about what we can do to keep leading, together.

Let’s Collaborate!

Our Satisfied Partners

Kementrian Pajak
Kementrian PUPR
Kementerian Dinas Perhubungan
Kementrian Kominfo
Kementrian Agama
Kementrian Hukum dan HAM
Telkomsek
ASDP
Nuvo Family
Pertamina
Bear Brand
Sarirasa Group
Gopek House
Counterpain
PLN
Kementrian Pelni
Ayaxx
Wincos